Home Warta Ekonomi

Investasi Batam di Masa Corona: Ditarget 14 Malah Tembus 22

Investasi Batam
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar

Barakata.id, Batam – Realisasi investasi di Pulau Batam selama pandemi Covid-19 menunjukkan angka menggembirakan. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Batam pada tahun 2020 melampau target.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan, tahun lalu dimana hampir seluruh negara di dunia mengalami pandemi Covid-19, BP Batam memasang target investasi sebesar Rp14,6 triliun.

Namun, hingga akhir tahun realisasi investasi di Batam justru tercapai hingga Rp22,3 triliun atau melampaui 152 persen dari target.

BACA JUGA : Batam Masih Seksi, Investasi PMA Naik USD 152 Juta 

“Penanaman Modal Asing (PMA) berhasil mencapai Rp9,3 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil unggul mencapai Rp13 triliun. Ini tentu melebihi ekspektasi kita semua,” kata Dendi kepada barakata.id di Batam Centre, Senin (10/5/21).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, dari data Realisasi investasi PMA berdasarkan negara pada 2020 masih dipimpin oleh Singapura dengan nilai investasi USD360,4 juta dan 867 proyek.

Kemudian disusul Luxembourg dengan nilai investasi USD140,7 juta dan 15 proyek, dan di posisi ketiga adalah Jerman dengan nilai investasi USD26,6 juta dan 25 proyek.

“Total dari 34 negara yang berinvestasi di Batam, nilai investasinya sebesar USD643 juta dan 1.714 proyek. Ini harus kita jaga dan tingkatkan, agar capaian realisasi investasi di tahun 2021 semakin baik,” kata Dendi.

Sedangkan realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor pada 2020, sektor Industri Kimia dan Farmasi merupakan penyumbang utama capaian realisasi investasi dan di posisi pertama dengan nilai investasi sebesar Rp4,2 triliun dan 33 proyek.

BACA JUGA : Tren Ekonomi Saat Pandemi, FTZ Batam Tetap Memikat Investasi

Kemudian disusul oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. Nilai investasinya Rp3,4 triliun dan 124 proyek, lalu di posisi ketiga sektor Pertambangan dengan nilai investasi Rp2,6 triliun dan 20 proyek.

“Untuk jumlah proyek terbanyak adalah sektor Perdagangan dan Reparasi dengan jumlah proyek 1.119,” kata dia.

Dendi melanjutkan, dengan meningkatnya realisasi investasi PMA, menunjukkan optimisme negara asing untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya Batam. Ini juga sekaligus menjadi pertanda kondusivitas iklim investasi di kota ini cukup baik.

“Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, didapati realisasi investasi asing Kota Batam mulai dari Tahun 2016-2020 mencapai angka USD2,78 miliar dan 4.369 proyek. Kita harapkan ini dapat meningkat di Tahun 2021,” kata dia.

Batam Masih Menarik

Menurut Dendi, jika melihat capaian-capaian selama masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu, Batam masih menjadi salah satu destinasi para investor untuk menanamkan modal. Hal tersebut menandakan optimisme para penanam modal terhadap iklim investasi di kota ini.

Ia mengatakan, Tahun 2020 merupakan tahun tantangan untuk seluruh negara di dunia. Tercatat, hanya China dan Vietnam yang berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi positif.

BACA JUGA : Gairahkan Investasi, BP Batam Pangkas Birokrasi Perizinan

Sedangkan untuk ratusan negara lainnya, justru membukukan hasil yang sebaliknya. Demikian halnya dengan Batam yang pada Tahun 2020 menyentuh angka pertumbuhan -2,55 persen.

“Walaupun angka itu masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, tapi tetap masih menjadi tantangan bagi daerah ini yang merupakan daerah investasi dengan status FTZ,” ujarnya.

Selama masa pandemi berlangsung, BP Batam kemudian mengambil beberapa langkah strategis untuk terus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan tujuan investasi internasional dan nasional.

Beberapa prioritas pembangunan infrastruktur digesa oleh BP Batam. Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar dan infrastruktur jalan, ditingkatkan dengan cepat.

“Kami juga terus meningkatkan hubungan dengan para investor internasional dengan meningkatkan kegiatan pemasaran yang efektif, melalui platform digital dan membuka Kantor Hubungan Ekonomi Internasional di Singapura,” pungkas Dendi.

*****

Editor : YB Trisna

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin