Home Menyanyah Imam Syafi’i, Wabah, dan Telur Rebus

Imam Syafi’i, Wabah, dan Telur Rebus

198

Membuka-buka kembali Biografi Imam Syafi’i. Semoga kalimat-kalimat Imam Syafi’i di bawah ini ada manfaatnya (kalau kalimat saya abaikan saja).

Imam Syafi’i pernah mengatakan, ada tiga hal yang tidak bisa diobati oleh seorang dokter, yakni kebodohan, wabah, dan pikun. Namun, selanjutnya ia mengatakan, ada ramuan bermanfaat untuk bisa mengatasi wabah.

Berikut kutipan pernyataan Imam Syafi’i dalam buku Biografi-nya, hal.63

Ada beberapa riwayat tentang kepiawaian Syafi’i di bidang kedokteran, di antaranya: Riwayat Yunus ibn Abdul A’la, ia berakata, “Syafi’i berkata, ‘Aku tidak melihat hal yang lebih bermanfaat untuk mengobati wabah dari MINYAK BUNGA VIOLET. Seorang yang terserang wabah bisa meminum MINYAK VIOLET atau melumuri tubuhnya.”

Saya tidak tahu apa itu MINYAK BUNGA VIOLET. Mohon kalau ada yang bisa jelaskan dan pahamkan perihal ini.


Baik, saya lanjut. Kali ini tentang telur rebus

Tentu masih segar di ingatan kita ihwal heboh makan telur rebus tengah malam. Ini bermula dari berita tentang adanya seorang bayi di Jambi yang katanya ketika baru lahir langsung bisa bicara lalu berpesan ke orang-orang agar makan telur rebus untuk bisa menangkal virus Corona.

Telur rebus, katanya, harus dimakan tegah malam atau sebelum masuk waktu subuh.

Mendengar ini, saya mau tertawa tapi juga sedih. Tertawa karena lucu, sedih karena masih ada juga orang yang mau percaya hal-hal begini.

Duh, aneh bin lebay…

Oke gaess, mari kita lihat apa kata Imam Syafi’i tentang makan telur rebus pada malam hari. Berikut kutipannya, masih pada buku yang sama.

Harmala berkata, “Aku mendengar Syafi’i berkata, ‘Jangan kaumakan telur rebus pada malam hari karena orang yang memakannya sering terserang penyakit.”

Tuh…Imam Syafi’i lho yang ngomong begitu, bukan saya.

Sekian dulu ya dari saya. Jaga kesehatan. Mari saling mendoakan yang terbaik.

Baca Juga :
Virus Corona, Orang Gila dan di Rumah Aja

*****

Penulis : Wahyu Hidayat

*Seorang ayah yang suka membaca dan menulis. Pernah berkarir sebagai jurnalis di berbagai media, terakhir bertugas sebagai pemburu berita di wilayah Kepulauan Riau.