Home Kepulauan Riau Batam Idul Fitri, Open House Wali Kota Batam Diganti Bagi-Bagi Nasi Kotak

Idul Fitri, Open House Wali Kota Batam Diganti Bagi-Bagi Nasi Kotak

199
Rapat FKPD Batam
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (dua kanan) menyampaikan sejumlah keputusan dalam rapat antara Pemko Batam dengan FKPD Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Jumat (15/5/20). (F: barakata.id/ist)

Dalam pertemuan Pemko dan FKPD Batam itu, umat muslim juga diminta melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Kemudian, malam takbiran di Kota Batam yang biasanya disemarakkan dengan pawai keliling kendaraan hiasa juga ditiadakan.

Keputusan tersebut sebagai dampak dari masih tercatatnya Kota Batam sebagai zona merah penyebaran virus corona (Covid-19) di Provinsi Kepulauan Riau. Selain Batam, daerah lain yang masuk zona merah sesuai Surat Edaran Gubernur Kepri adalah Kota Tanjungpinang.

“Dari hasil rapat hari ini kita sepakat, tidak ada malam takbiran, tidak salat Idul Fitri berjemaah di masjid musala. Ini berlaku di mainland dan hinterland,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Baca Juga :
Jadwal Pencairan Bansos Rp600.000 di Batam, 18 dan 19 Mei 2020

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan, setelah melihat fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Surat Edaran Menteri Agama, hingga Surat Edaran Gubernur Kepri yang menyatakan Batam zona merah, maka dapat diambil keputusan untuk tetap beribadah di rumah.

“Tentu kita kembali ke hukumnya, kembalikan ke Fatwa MUI, untuk yang zona merah beribadah di rumah. MUI bahkan sudah mengeluarkan panduan khusus bagaimana melaksanakan salat Idul Fitri di rumah. Maka kami mohon semua umat muslim untuk bersabar, menahan diri. Semua untuk menjaga masyarakat tetap sehat, terjaga dari virus ini,” katanya.

Baca Juga :

Imbauan yang sama juga datang dari FKPD. Baik itu Kapolresta Barelang, Dan Lanal Batam, Danlanud Batam, Dandim 0316/Batam, Danyon Raider RK 136/TS, Danyon Marinir-10/SBY, dan Dandenpom 1/6 Batam. Semua berharap seluruh masyarakat dapat kompak mengikuti anjuran pemerintah terkait protokol pencegahan penularan Covid-19, seperti social dan physical distancing.

“Kita tidak larang ibadah. Kita melarang untuk berkumpul. Kepada para ulama, tolong sampaikan ke masyarakat, tahan dulu,” kata Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin