Home Catatan Ideologi Pancasila Menjawab Tantangan Moral dan Intelektual Era Milenial

Ideologi Pancasila Menjawab Tantangan Moral dan Intelektual Era Milenial

169
Himbauan Pemprov Kepri
Firman Jaya Daeli menerima piagam dari Presiden Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Junaedi.

Pembangunan infrastruktur umum dan fisik, infrastruktur akomodasi, infrastruktur transportasi, infrastruktur industri, infrastruktur energi, infrastruktur teknologi adalah merupakan faktor-faktor inti dan terkait dengan percepatan, perluasan, dan peningkatan kualitas pelayanan dan perekonomian. Pembangunan yang saling terhubung dan saling terkait (konekting) atau yang bersifat konektivitas, pada gilirannya akan semakin mempercepat dan memperkuat pemerataan dan distribusi. Issue utama dari hakekat pemerataan dan distribusi adalah pembangunan yang bersifat konektivitas dan membumikan keadilan dan kemakmuran.

Perihal ini mengandung pesan tegas dan memastikan komitmen kuat terhadap terwujudnya daya keterjangkauan (aksesibilitas). Dan juga terhadap ruang keterbukaan bagi kesempatan dan jaringan kemasyarakatan (publik).

Ada pembangunan keadilan umum yang bersifat sosial dan non diskrimatif. Ada juga sistem distribusi keadilan dan sumber daya yang memungkinkan dan memastikan rakyat menjadi terbantu dan bangkit maju. Terminologi terbantu dan bangkit maju adalah rakyat yang menjadi manusia bersikap dan bertindak kritis, dialogis, positif, kreatif, inovatif, alternatif, kompetitif dalam semangat sosial, bergotong royong, toleran, dan tidak individualistik.

Kehadiran dan keberadaan infrastrukturisasi adalah untuk menggerakkan penyelenggaraan pelayanan, pembangunan ekonomi, dan pemajuan sumber daya manusia (SDM). Agenda ini harus senantiasa dan pada dasarnya menyemangati dan memaknai era milenial.

Hakekat dan substansi era ini adakah bukan sesuatu dan tidak serangkaian atmosfir yang berdiri dan bertumbuh sendiri. Ada sejumlah variabel dan nilai beserta sistem nilai yang menyertai dan mewarnainya.

Milenial adalah sebuah teks terisi yang terletak dan bergerak dalam konteks berbagai variabel nilai dan sistem nilai di tengah-tengah masyarakat, bangsa, dan negara. Era dan substansi milenial lahir, tumbuh, dan berkembang di dalam dan di tengah konteks: adanya perkembangan global; adanya dinamika dan logika liberalisme, kapitalisme, individualisme, radikalisme, ekstrimisme, fundamentalisme, sektarianusme, primordialisme; adanya politik kapital dan politik identitas; adanya ujian rasionalitas dan moralitas; adanya era post truth (era pasca kebenaran).

Hakekat substansi dan era milenial mengandung sejumlah tantangan baru dan terbarukan yang dinamis dan kompleks. Perihal hakekat ini, selain memancarkan semangat, optimisme, dan pengharapan, namun mesti juga dikuati dan disemangati dengan perspektif optimisme dan pengharapan terhadap masyarakat, bangsa-bangsa, dan negara-negara di dunia.

Secara ideologis, ada Pancasila sebagai dasar dan falsafah yang dapat, mampu, dan efektif menjaga, mengatasi, dan menjawab tantangan moral dan intelektual. Muatan kandungan ideologi Pancasila amat bersifat strategis, hakiki, visioner, dan relevan dengan tantangan era milenial.

Ideologi Pancasila juga menyinari, menerangi, dan mentransformasi semangat, optimisme, dan pengharapan era milenial. Doktrin sinar terang ini berfungsi kuat agar substansi dan era milenial selalu terjaga dan selanjutnya terkawal nilai moralitasnya, nilai intelektualitasnya, dan nilai profesionalitasnya.

Profesi dalam dunia era milenial
meskipun dengan senantiasa bergaul dan bekerja luas internasional, namun mesti dengan selalu “bermasyarakat dan berkerakyatan” Indonesia dan “berhati” Pancasila

Ada dua tantangan serius yang harus dihadapi dan mesti diatasi era in, yaitu: yang pertama adalah mentransformasi, mengkapitalisasi, dan memaksimalisasi keseluruhan nilai tambah dan sistem nilai kemajuan yang dimiliki dan dihasilkan milenial ; dan yang kedua adalah mengukuhkan, menumbuhkan, dan memastikan keseluruhan konstruksi dan substansi pertahanan.

Dengan demikian ada sistem dan kultur ideologis yang kuat dan efektif untuk membangun dan memaknai ketahanan masa milenial terhadap pengaruh dan akibat nilai kurang yang bersifat negatif ; dan perihal kemunduran yang bersifat destruktif yang menyertai era milenial.

Kedua tantangan serius era milenial di atas menjadi agenda dari ideologi dan falsafah Pancasila untuk menghadapi dan menjaganya. Kedua tantangan ini juga merupakan tantangan moral dan intelektual era milenial untuk mengantisipasinya.

Pancasila sebagai ideologi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berfungsi dan berperan menanggapi dan menjawab tantangan moral dan intelektual era milenial. Tantangan Pancasila sebagai sebuah ideologi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah memaknai berbagai tanggapan dan jawaban ideologis terhadap isi dan sisi moralitas dan intelektualitas era milenial.

Tantangan moral dan intelektual era milenial adalah tantangan yang berkelindan dan berintikan pada agenda dan manejemen untuk melahirkan dan mengembangkan nilai-nilai keadaban dan kemajuan. Nilai-Nilai ini dimiliki masa ini (nilai ideologis ketahanan milenial). Kekuatan, kemampuan, dan keberhasilan ideologi Pancasila menjaga dan mengawal spritualitas era milenial, secara prinsipil terletak pada masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

Baca Juga : Pancasila Benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia

Politik Kenegaraan Berbasis Pengabdian

Intinya adalah kematangan, kemantapan, dan kebersamaan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia terhadap era milenial. Masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia dengan berdasar dan berbasis pada penyelenggaraan dan pembumian ideologi Pancasila mesti selalu berfungsi kritis, korektif, dan efektif, guna menanggapi dan menjawab tantangan.

Nilai-nilai yang dikandungi Sila-Sila Pancasila memiliki relevansi ideologis untuk memaknai keberadaan dan keberlanjutan era milenial. Tantangan moral dan intelektual era milenial harus senantiasa disinari dan diterangi oleh nilai tambah dan positif serta sistem nilai keadaban dan kemajuan yang dikandungi Pancasila.

*****
Untuk mendengarkan pemaparan penulis tentang materi “Ideologi Pancasila Menjawab Tantangan Moral dan Intelektual Era Milenial” bisa dilihat di video berikut :

Catatan: Tulisan di atas disampaikan Firman Jaya Daeli dalam Orasi Kebangsaan di hadapan peserta Seminar Nasional, di Gedung Rektorat Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis, 26 Desember 2019.

Selain Firman, Dewan Mahasiswa UIN Alauddin juga mengundang beberapa penceramah untuk menyampaikan pemikiran sesuai profesi dan jabatan masing-masing. Mereka adalah, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr, Panglima Kodam Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Masguntur Laupe, dan lain-lain.

Seminar Nasional dalam format Kuliah Umum itu dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Dr. Firdaus Muhammad, M.A, yang mewakili Rektor UIN Alauddin Prof. Hamdan Juhannis, M.A, Ph.D, serta Presiden Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Junaedi.

*****

Advertisement
1
2
SebelumnyaRatusan Hadiah Akan Dibagi di Kenduri Akhir Tahun Batam, Ada 3 Motor, Begini Cara Mendapatkannya
SelanjutnyaMangkrak 7 Tahun, Isdianto Minta Sinopec Tuntaskan Proyek Depo Minyak Batam