Home Warta

Hari Ketiga Pencarian Korban Sriwijaya Air, Basarnas Terima 45 Kantong Jenazah

Korban Sriwijaya Air
Penyerahan serpihan dan body part korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 diserahkan tim penyelam Marinir yang dikoordinir oleh Letkol TNI (Mar) M Fadilla, Minggu (10/1/21). (F: Basarnas)

Barakata.id, Jakarta – Proses pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terus dilakukan tim gabungan. Pada hari ketiga, Senin (11/1/21), sebanyak 45 kantong jenazah telah diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas).

“Hari ini kita mendapatkan 27 kantong jenazah. Total hari ini yang sudah kita terima sebanyak 45 kantong jenazah,” kata Kepala Basarnas, Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/1/21) lalu, jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Baca Juga :

Berdasarkan rilis dari Kementerian Perhubungan, saat kejadian, Sriwijaya Air SJ 182 mengangkut total 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. Sebanyak 40 orang dari total penumpang merupakan penumpang dewasa, tujuh di antaranya anak-anak, dan tiga bayi.

Keterangan dari Basarnas, di hari ketiga proses pencarian, tim menemukan bukan hanya bagian tubuh korban tapi juga bagian pesawat berupa puluhan serpihan kecil dan besar.

Yang diterima Basarnas dari tim gabungan hingga pukul 19.30 WIB adalah 15 kantong berisi serpihan besar dan 22 kantong berisi serpihan kecil.

Baca Juga :

Untuk kantong berisi potongan tubuh para korban Sriwijaya Air yang jatuh itu, langsung dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Adapun kantong berisi serpihan pesawat diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pihak keluarga korban dapat memberikan data-data baik data umum maupun data rekam medis yang bisa mendukung proses identifikasi jenazah kepada Tim DVI Polri. Hingga Senin (11/1/21) pukul 17.00 WIB, Tim DVI Polri sudah menerima 53 sampel DNA dari pihak keluarga korban.

Sriwijaya Air SJ 182 sempat dikandangkan

Sementara itu, hasil pemeriksaan yang dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terhadap seluruh pesawat yang diparkir atau tidak dioperasikan, diketahui bahwa Sriwijaya Air SJ 182 termasuk pesawat yang sempat dikandangkan atau tidak beroperasi.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto mengatakan, berdasarkan data yang ada, pesawat Sriwijaya SJ 182 masuk tidak beroperasi sekitar 9 bulan, sejak masuk hanggar pada 23 Maret 2020.

Baca Juga :

Namun, meski pesawat itu sempat dikandangkan, Novie Riyanto memastikan bahwa Sriwijaya Air Sj 182 laik terbang.

Sebelum pesawat itu kembali terbang, telah dilakukan pemeriksaan korosi pada kompresor tingkat 5 (valve 5 stages engine due corrosion) oleh Inspektur Kelaikudaraan Ditjen Perhubungan Udara pada 2 Desember 2020.

Ditjen Perhubungan Udara juga telah melakukan inspeksi pada 14 Desember 2020. Kemudian pada 19 Desember 2020, pesawat mulai beroperasi kembali tanpa penumpang/No Commercial Flight, dan pada tanggal 22 Desember 2020, pesawat beroperasi kembali dengan penumpang/Commercial Flight.

*****

Editor : Ali Mhd

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin