Beranda Urban Nusantara

Hari Jadi Trenggalek, Kadonya Boyong Prasasti Kamulan dari Tulungagung

57
0
Prosesi Hari Jadi Trenggalek
Prosesi Hari Jadi Trenggalek (foto: istimewa)
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Trenggalek (Jatim) – Prosesi Hari Jadi Trenggalek kali ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Spesialnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak hadir pada HUT yang ke-828 ini.

Diawali dengan jamasan (pembersihan) pusaka Trenggalek, kemudian diinapkan semalam di Desa Kamulan, lalu diarak (kirab) dari Desa Kamulan ke pendopo Trenggalek oleh Wakil Bupati Trenggalek beserta istri.

- Advertisement -

Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tahun ini juga tak lepas dari arak-arakan tumpeng raksasa sebagai simbol kemakmuran masyarakat.

Baca juga: Terganggu Makam Misterius, Warga Kelutan Trenggalek Wadul Dewan

Jika di tahun sebelumnya, tumpeng raksasa hanya ada 1, tahun ini Pemerintah Daerah menyiapkan 30 tumpeng mini dan satu tumpeng raksasa yang dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Trenggalek yang hadir.

“Selain 1 tumpeng raksasa, kita tambah 30 tumpeng mini tahun ini. Ini supaya jadi pengingat tanggal Hari Jadi Trenggalek yang jatuh tepat tanggal 31 Agustus. Dengan demikian, masyarakat yang hadir pun bisa kebagian semua keberkahan dari tumpeng-tumpeng yang sebelumnya sudah didoakan bersama,” ungkap Bupati Trenggalek Muchamad Nur Arifin. Rabu (31/8/2022).

Dijelaskan, ada yang berbeda dalam prosesi Hari Jadi tahun ini. Dimana, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bisa memboyong pusaka yakni prasasti Kamulan yang sebelumnya berada di museum Kabupaten Tulungagung. Tepat di Ulang Tahun ke 828 prasasti itu sudah ada di Trenggalek.

“Kira juga sudah buatkan Joglo Kamulyan di area pendopo Trenggalek. Semoga ini bisa menjadi simbol kemuliaan bagi masyarakat Trenggalek,” tambahnya.

Baca juga: Jual Pupuk Bersubsidi Melebihi HET, Pedagang Trenggalek Digelandang Polisi

Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek berharap, sesuai tema Hari Jadi Trenggalek tahun 2022 yakni Natas Nitis Netes yang artinya semua rencana bisa tuntas (tatas) dan tepat sasaran (titis) sehingga membuahkan karya atau hasil yang terbaik (netes) untuk kemajuan Kabupaten Trenggalek.

“Semoga membawa kemajuan Kabupaten Trenggalek,” harapnya.

Disinggung terkait kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bumi Minaksopal pada peringatan hari jadi Trenggalek ke 828 Mas Ipin menyebut sebagai tanda malam puncak serta sebagai bentuk kerjasama antara Kabupaten Trenggalek dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) direncanakan akan hadir besok (1/9/2022) beserta rombongan. Kemudian akan menandai malam puncak peringatan hari jadi Trenggalek dan kerjasama antar daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Mas Ipin, kerjasama yang dimaksud, dalam hal muhibah budaya yang tidak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti dengan berbagai macam kerjasama, baik di bidang ekonomi, sosial dan lain sebagainya.

Baca juga: Merayu Trenggalek Fashion Day 2022 Bakal Menjadi Event Tahunan

“Spesial Hari Jadi kali ini, salah satunya disupport dengan berbagai macam kegiatan yakni muhibah budaya dari Provinsi DIY,” tutup Mas Ipin. (gus/jun)

- Advertisement -