Home Nusantara

Haji Permata Tewas, Polda Kepri Periksa 3 Orang, Segera Dilimpahkan ke Polda Riau

Fotografer Model Batam
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si. F: ist
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Kasus penembakan yang membuat Haji Permata tewas mulai ditangani polisi. Saat ini Polda Kepri sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang.

Selanjutnya, kasus tewasnya Haji Permata, mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam yang juga pengusaha tersebut akan dilimpahkan ke Polda Riau untuk proses penyidikannya.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si mengatakan, terkait laporan atas tewasnya Haji Permata, saat ini sudah ada tiga orang yang diambil keterangan oleh Polda Kepri.

Baca juga:

“Sudah ada tiga orang yang diambil keterangan. Dan apabila proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Kepri selesai, maka akan dilimpahkan ke Polda Riau untuk proses penyidikannya,” ungkap Kombes Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si menjawab pertanyaan barakata.id melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (19/1/21).

Namun Harry masih belum mengungkap siapa saja tiga orang yang sudah dimintai keterangan tersebut.

Seperti diketahui, pengusaha kondang di Batam itu tewas ditembak oknum petugas patroli laut Bea Cukai Tembilahan di perairan Sungai Bela, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau pada Jumat (15/1/21) sekitar pukul 04.00 WIB.

Versi Bea Cukai, penembakan tersebut terpaksa diambil petugas sebagai tindakan membela diri karena saat itu ada belasan massa termasuk Haji Permata yang berusaha menyerang petugas.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan mengatakan saat ini pihaknya masih kesulitan menangani kasus ini karena pihak keluarga dan Bea Cukai membawa jenazah Haji Permata ke Kota Batam yang termasuk wilayah hukum Kepri.

Meski demikian, Teddy menegaskan bahwa kasus ini berada di bawah penanganan Polda Riau. Terkait laporan pihak keluarga ke Polda Kepri, ia mengatakan bahwa pihak Polda Kepri akan tetap menerima laporan tersebut.

Baca juga:

“Polda Kepri sementara sudah menerima laporan pihak keluarga. Setelah selesai, nanti akan dilimpahkan ke kita karena berdasarkan locus delicti (tempat kejadian) itu berada di Riau,” kata Teddy Ristiawan, Sabtu (16/1/21) seperti dikutip dari GoRiau.com, Minggu (17/1/21).

Selain pihak keluarga, pihak yang melaporkan kasus ini ke kepolisian juga ada dari organisasi masyarakat. Salah satunya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS Batam). Sejumlah kelompok masyarakat asal Bugis di Kepri dan Riau juga bereaksi keras atas kasus ini.

*****
Editor: Ali Mhd

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin