Gunung Merapi Keluarkan Lava, Jarak Luncur hingga 900 Meter

35
Gunung Merapi di Jawa Tengah mengeluarkan tiga luncuran lava pada Senin (12/8/19) pagi. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan. (F: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

Barakata.id, Jakarta – Gunung Merapi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan tiga guguran lava pada Senin (12/8/19) pagi. Warga yang berada di sekitar Kali Gendol, tempat luncuran lava, diminta waspada karena luncuran lava bisa mencapai 450 sampai 900 meter.

“Jarak luncur awan panas guguran Merapi semakin jauh. Kami mengimbau kepada warga terutama yang berada di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.

Hanik mengatakan, BPPTKG juga mencatat ada enam kali gempa guguran dengan amplitudo 6-60 mm selama 47.8-89.76 detik, 1 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 7 mm selama 11.72 detik. Gempat itu merupakan hasil pengamatan terhadap Gunung Merapi periode pukul 00.00-06.00 WIB.

Baca Juga : 16 Gunung Api di Indonesia Berstatus Waspada

Tak hanya itu, terjadi pula 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 10 mm selama 11.72 detik, 1 kali gempa vulkanik dangkal amplitudo 40 mm selama 14.8 detik, dan 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8-10 mm selama 109.16-129.72 detik.

Hasil pengamatan visual juga menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah. Karenanya, BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 12-17.8 derajat Celcius dengan kelembaban udara 78-95 persen, dan tekanan udara 56.2-708.7 mmHg.

Baca Juga : Gunung Ranai Natuna, Penunjuk Arah Para Pelaut

Sebelumnya, Gunung Merapi juga sempat meluncurkan empat kali guguran lava ke arah hulu Kali Gendol. Itu terjadi pada Senin pekan lalu (5/8).

Hingga kini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Kegiatan pendakian tidak direkomendasikan untuk sementara, kecuali untuk penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG meminta masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi. Lebih baik tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah setempat atau bertanya langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

*****

Sumber : Antara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini