Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang

Gubernur Kepri: Dermaga Apung untuk Aksesibilitas Masyarakat

8
0
Gubernur Kepri
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) telah membangun sejumlah dermaga apung fleksibel (flexi auatec) untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Selain itu juga untuk memperlancar arus barang serta orang yang bermuara kepada peningkatan sektor pariwisata, serta bertumbuhnya wilayah ekonomi baru di kawasan pesisir.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Kepri sebagai provinsi dengan geografis terdiri dari 96 persen laut tentunya sangat membutuhkan infrastruktur berupa dermaga yang layak. Tidak dipungkiri jika Kepri dengan sekitar 1350 pulau, memiliki keterbatasan infrastruktur dermaga.

- Advertisement -

Tidak dinafikan juga jika keterbatasan infrastruktur dermaga selama ini menjadi penghambat kelancaran arus barang dan orang antar wilayah di Kepri maupun ke daerah lain. Warga di sejumlah pulau, khususnya di wilayah terluar, bahkan masih harus merasakan kesulitan untuk bersandar atau naik ke dermaga yang dipengaruhi oleh surutnya air laut.

BACA JUGA : Bertemu Menteri KKP, Gubernur Ansar Bahas Skema Peningkatan Pendapatan dan Kampung Nelayan Modern di Kepri

Kondisi ini tentunya menjadi penghambat terhadap kelancaran orang maupun barang yang tentunya berpengaruh terhadap perputaran ekonomi. Demikian pula terhadap perkembangan sektor wisata. Tidak nyamannya aksesibilitas tentunya berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.

Menyadari hal ini, kata Ansar, Pemprov Kepri fokus terhadap pembangunan dermaga yang layak. Menurut Ansar, dermaga fleksibel berupa dermaga apung berbahan hight density poly ethlene/HDPE menjadi solusi dalam memperlancar aksesibilitas, memudahkan bagi kapal untuk bersandar.

Dermaga apung HDPE merupakan inovasi terbaru yang memiliki ketahanan cukup lama, dengan usia pakai hingga di atas 40 tahun, juga diyakini ramah lingkungan (green technology). Selain itu, dermaga apung HDPE yang fleksibel menjadikannya fleksibel karena permukaannya akan tetap sama, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

“Kita berharap dermaga apung HDPE ini akan menjawab tantangan terbesar dalam membangun sistem konektivitas di Provinsi Kepri,” ujarnya di Tanjungpinang, Jumat (10/5/24).

Di masa kepemimpinan duet Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, Pemprov Kepri sudah membangun enam dermaga apung HDPE. Yakni di Sedanau Natuna, Pantai Indah Kijang Kabupaten Bintan, di Pulau Penyengat Tanjungpinang, di Tarempa Anambas, di Bandara Tambelan Bintan, dan Tanjungbuton Daik.

“Pembangunan dermaga apung HDPE ini tentunya menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam memperkuat sistem konektivitas,” katanya.

Lanjut Ansar, Pemprov Kepri berkomitmen untuk memperbanyak dermaga apung HDPE. Harapannya, agar akses orang dan barang menjadi lancar sehingga perekonomian di seluruh wilayah Kepri akan meningkat.

“Lancarnya aksesibilitas yang menghubungkan setiap wilayah di Kepri dan ke luar daerah tentu akan meningkatkan sektor perdagangan, pariwisata, perikanan, serta sektor-sektor terkait yang bermuara kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata dia. (bar)

- Advertisement -