Home Nusantara Gubenur Khofifah Minta Pemkab Blitar Segera Bantu Korban Gempa

Gubenur Khofifah Minta Pemkab Blitar Segera Bantu Korban Gempa

50
Korban Gempa Blitar
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara simbolis memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa kepada bupati Blitar usai meninjau lokasi bencana gempa di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, pada Rabu (14/04/2021). Foto : Achmad/barakata.id.
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.Id, Blitar (Jatim) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau warga korban gempa di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Blitar, Rabu (14/4/21). Ia didampingi sejumlah pejabat Pemprov Jatim.

Dalam kunjungan itu, Khofifah langsung menuju rumah Mbah Darmo, warga Dusun Rembang RT 02 RW 01 dan rumah Makroni di Dusun Rembang RT 01/ RW 01, Desa Tepas. Tempat tinggal keduanya, mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa magnitudo 6,1 skala richter (SR) yang melanda kawasan tersebut.


Usai meninjau, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, dan akan memberikan stimulus kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa Malang berkekuatan 6,1 SR ini.

Baca Juga : Plafon DPRD Kabupaten Blitar Rontok, LSM GPI Minta Polisi Selidiki

“Namun syaratnya pemda setempat yang mengajukan,” ujar Khofifah.

Sementara untuk nilainya, mantan Menteri Sosial ini menyebut, bagi masyarakat yang mengalami kerusakan berat akan menerima bantuan Rp 50 juta dari BNPB. Untuk kerusakan sedang, akan menerima Rp 25 juta. Sedangkan kerusakan ringan, akan menerima Rp 10 juta, yang kesemuanya di luar ongkos pengerjaannya.

Baca Juga : Mengapa Gubernur Jatim Imbau Warganya untuk Tetap Waspada Pascagempa di Malang

“Sementara, untuk rusak sedang dan ringan diharap pengerjaannya swakelola, agar lebih cepat,” pesan Khofifah.

Kemudian, dalam proses pembangunan itu sendiri, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri, dan Kementerian PUPR yang akan turut membantu.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Polda untuk turut membantu mempercepat perbaikan. Selama proses identifikasi kategori rumah warga maupun fasilitas umun (fasum) dan fasilitas kesehata (faskes) diharapkan segera bisa di validasi dalam sepekan ini,” tegas Gubernur Perempuan pertama di Jatim ini.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 6.7 SR, Porak Porandakan Perkantoran dan Rumah Sakit di Blitar

Lebih lanjut, Khofifah berharap, hasil identifikasi kategori kerusakan ini kemudian ditempel di ruang publik. Sehingga masyarakat terdampak bisa mengetahui rumahnya sudah tercatat atau belum. Sehingga bagi yang terdampak secara langsung bisa melihat apakah rumahnya kategori kerusakan ringan, sedang ataupun berat.

“Nanti kalau ditempel, masyarakat bisa tahu ini lho kerusakan rumahnya kategori ringan atau berat. Tidak ada lagi yang keberatan, sehingga kita gak bolak-balik laporan. Sepekan saya harap sudah selesai validasi ini dan bersifat final,” kata dia.

Melihat langsung kondisi dampak gempa malang, Khofifah menilai, Blitar tidak separah yang dialami Lumajang dan Kabupaten Malang. Sementara data terakhir BPBD Kabupaten Blitar jumlah kerusakan menjadi 924 unit.

Baca Juga : Gubenur Jatim Resmikan MPP di Magetan, Ini Bentuk Reformasi Birokrasi

Dari jumlah tersebut kerusakan terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kanigoro. Jumlah bangunan yang rusak di ibu kota Kabupaten Blitar itu mencapai, 220 unit. Disusul di Kecamatan Binangun 125 unit, kemudian di Kecamatan Talun 115 unit.

Untuk rumah warga total yang mengalami kerusakan ringan sebanyak 516 unit. Kemudian yang rusak sedang 285 unit dan rusak parah 31 unit. Sedangkan untuk fasilitas umum 60 unit mengalami kerusakan ringan, 29 unit rusak sedang dan 3 unit masuk kategori rusak parah.

Dari pantauan di lapangan, khofifah juga meresmikan tempat psikososial milik Tagana Kabupaten Blitar sebagai tempat untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak gempa secara psikologis.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Blitar untuk segera memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang menjadi korban bencana gempa. Selain itu tempat psikososial ini dapat memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Reporter : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin