Home Warta Nusantara

Gojek PHK 430 Karyawan Akibat Pandemi

95
Ilustrasi. Gojek PHK 430 karyawan untuk mengoptimalkan perusahaan di saat pandemi Covid-19. (F: Gojek.com)

Barakata.id – Gojek melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 430 karyawannya. Jumlah tersebut merupakan 9 persen dari total karyawan Gojek. Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi menyampaikan langsung pengumuman itu kepada seluruh karyawan lewat e-mail, Selasa (23/6/20).

Dalam pengumuman itu Andre mengatakan pihaknya telah menempuh berbagai langkah untuk mengoptimalkan perusahaan.

“Namun kami sangat naif karena berpikir bahwa pertumbuhan akan terus terjadi. Kami tidak cukup mengantisipasi adanya penurunan yang tidak dapat dihindari seperti pandemi yang terjadi saat ini,” katanya, dilansir dari Kompas.

Baca Juga:
Grab PHK 360 Karyawannya Gara-Gara Pandemi

Para karyawan terdampak ini mendapatkan pesangon yang diklaim di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Gojek juga tak mewajibkan karyawan terdampak untuk bekerja setelah periode pemberitahuan. Tujuannya agar mereka fokus memikirkan rencana di masa mendatang. Namun demikian gajinya tetap akan dibayar penuh.

Masa tunggu bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham dihapus. Sehingga mereka dapat memiliki saham di Gojek. Selain itu Gojek juga akan membayarkan cuti tahunan yang tak digunakan. Termasuk juga cuti melahirkan bagi yang sedang hamil.

Gojek juga masih akan memberikan perpanjangan asuransi kesehatan bagi karyawan terdampak hingga 31 Desember mendatang. Karyawan juga dipersilakan untuk memiliki perangkat kantor seperti laptop untuk mencari peluang lain.

Selama tiga bulan ke depan Gojek juga memberikan dukungan mencakup program layanan kesehatan mental, finansial dan konsultasi. Karena mencari pekerjaan baru tidak pernah mudah, Gojek juga memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang mencari pekerjaan.

Baca Juga:
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang Saat PSBB

Kevin mengatakan pihaknya terbuka jika ada karyawan yang ingin menghubunginya secara langsung. “Namun, kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini,” ujarnya.

Tak hanya PHK, Gojek juga akan menghentikan layanan GoLife yang mencakup GoMassage, dan GoClean mulai 27 Juli mendatang, serta GoFood Festival. Kedua layanan itu dihentikan karena mengalami penurunan selama pandemi. Kedua layanan itu membutuhkan inteaksi jarak dekat, terutama GoLife. Mitra GoLife yang terdampak akan diberi dukungan berupa Program Solidaritas Mitra Covid-19.

“Berupa program peningkatan keterampilan melalui pelatihan online yang dapat menjadi bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, Gojek juga akan memberikan program bantuan dana tunai untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria,” jelas Gojek.

Gojek menyatakan akan fokus pada bisnis inti yang dinilai tumbuh signifikan. Misalnya bisnis logistik yang naik 80 persen sejak awal pandemi, serta layanan grocery yang naik dua kali lipat.

****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin