Home Kepulauan Riau Batam

Gerakan BISA Hadir di Belakang Padang

5008
Gerakan BISA dilakukan di Belakang Padang, 29-30 Juli 2020. (F: Barakata.id/Disbudpar Batam)

Barakata.id- Kali ini Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) hadir di Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang. Gerakan BISA ini merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Di Belakang Padang, Gerakan BISA berlangsung pada 29-30 Juli.

Gerakan BISA di Belakang Padang melibatkan sejumlah masyarakat, mulai dari pengemudi becak, ojek, tokoh wanita, pemuda dan instansi pemerintahan. Gotong royong dilakuakn dengan membersihkan lokasi objek wisata. Dipusatkan di elang-elang laut sampai Kampung Gajah.

Camat Belakang Padang, Yudi Admaji mengatakan, Belakang Padang merupakan kecamatan pertama di Batam. Banyak sejarah dan potensi pariwisata yang ada di kecamatan tersebut.

Baca Juga:
Pantai Nongsa Terpilih dalam Gerakan BISA Program Kemenparekraf

“Untuk wisatanya ada kantor camat pertama, Pulau Sambu, dan Pulau Tolob. Nah di Pulau Tolob ini ada makam Syeh Syarif Ainun Naim bin Maulana Ishaq yang disebut dengan Sunan Thulub,” kata Yudi, Rabu (29/7/20).

Di Belakang Padang juga terkenal dengan wisata kulinernya, seperti cendol Belakang Padang, teh tarik dan lain-lain. Kemudian wisata budayanya juga ada seperti tari, zikir barat dan rumah gasing.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang terus mendukung pariwisata Kota Batam.

“Di Batam Gerakan BISA dilakukan di dua tempat. Di Pantai Nongsa 17-18 Juli lalu, kemudian di Belakang Padang, 29-30 Juli,” kata Ardi.

Ardi menyebut, Belakang Padang punya potensi wisata yang besar. Berbagai kegiatan seperti sea eagle boat race bisa digelar. Belakang Padang pun menjadi salah satu kawasan rencana pariwisata nasional bersama Nongsa dan Pulau Abang.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar menyebutkan Kepri mendapat kesempatan melaksanakan Gerakan BISA di lima tempat dan tersebar di Batam, Karimun, Bintan dan Pulau Penyengat. Pada kesempatan itu, Buralimar mengajak masyarakat untuk membangun Belakang Padang.

“Provinsi akan backup. Mari bersama kita berdoa Covid-19 redah sehingga Januari mendatang bisa melaksanakan aktivitas kembali,” ujarnya.

Kasubdit Kelembagaan Regional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamal Rimosan mengatakan kegiatan ini merupakan program dari presiden yang diturunkan kepada Kemenparekraf.

Baca Juga:
Disbudpar Data Ulang Cagar Budaya di Batam

“Gerakan ini memberikan semangat kepada kita, memasuki adaptasi kebiasaan baru kita harus menyiapkan destinasi BISA untuk wisatawan sehingga merasa nyaman datang ke objek wisata,” katanya.

Mewakili Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Guntur Sakti mengatakan Gerakan BISA bertujuan untuk mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonomi turut berkontribusi. Hal itu dalam rangka mewujudkan nilai-nilai sapta pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan.

“Ini penting untuk menarik wisatawan dan mendorong perbaikan indikator health and hygine dan safety and security di lingkungan destinasi pariwisata,” ujarnya.

Melalui Gerakan BISA diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif cepat beradaptasi dengan tatanan baru sesuai dengan prinsip bersih dan sanitasi yang baik. Hal itu nantinya akan meningkatkan indeks daya saing pariwisata Indonesia.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin