Home Hukrim

FPI: Pembantaian 6 orang Laskar Kami Dilakukan Terencana, Sistematis, dan Memiliki Struktur Komando

162
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. F: cnnindonesia.com

Barakata.id, Jakarta- Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman Dalam keterangannya, Munarman membantah terjadi baku tembak dengan pihak kepolisian. Ia menegaskan Laskar FPI tidak pernah dilengkapi senjata api maupun senjata tajam.

Ia mempertanyakan apakah ada anggota kepolisian yang tertembak jika diklaim ada baku tembak. Munarman menyebut kejadian itu sebagai pembantaian.

Baca juga:

“DPP FPI melihat bahwa tindakan penguntitan dan gangguan terhadap IB HRS hingga pembantaian terhadap 6 orang laskar kami adalah terencana, sistematis, dan memiliki struktur komando,” ucapnya.

Munarman juga mengungkap identitas enam orang laskar yang ditembak mati polisi saat mengawal keluarga Rizieq Shihab.

Munarman mengatakan awalnya FPI kehilangan kontak dengan enam orang itu. Namun belakangan baru diketahui para pengawal Rizieq itu tewas ditembak polisi.

“Ketika Kapolda Metro Jaya melakukan konferensi pers dan memberikan informasi bahwa enam Laskar tersebut ditembak mati, barulah kami mengetahui kondisi keenam orang laskar yang ada dalam mobil,” ujar Munarman dalam keterangan tertulis, Selasa (8/12).

Laskar pertama bernama Andi Oktiawan yang lahir di Jakarta, 29 Oktober 1987 (33 tahun). Kemudian ada Ahmad Sofiyan alias Ambon yang lahir di Jakarta, 16 Juli 1994 (26 tahun) dan Faiz Ahmad Syukur yang kelahiran 15 September 1998.

Keempat, Muhammad Reza yang lahir di Jakarta, 7 Juni 2000. Lalu Lutfi Hakim kelahiran 27 September 1996 dan Muhammad Suci Khadavi kelahiran tahun 1999.

Baca juga:

Munarman kemudian menjelaskan peristiwa pengintaian terhadap Habib Rizieq. Bahwa Habib Rizieq, kata Munarman, diintai sejak berada di Pondok Pesantren di Megamendung, Bogor, pada Jumat (4/12/2020).

“Memang ada beberapa pengintai, di pondok pesantren Habib Rizieq Shihab, hari Jumat itu, ada beberapa pengintai yang ditugaskan oleh institusi resmi negara. Saya tidak mau sebut, yang ditugaskan 24 jam,” ucap Munarman.

Munarman menyebut bahwa penjaga pesantren Habib Rizieq di Megamendung, Bogor, menangkap pengintai tersebut. Identitas pengintai pun telah diketahui.

“Ada komunikasi antara laskar penjaga Markaz Syariah Megamendung, dengan para pengintai. Ada tiga orang berhasil dikomunikasikan, dan kita dapat semua data-data. Identitas kita dapat, dan ternyata pengintai bukan hanya di Megamendung, tapi Petamburan… dan Sentul, yang sempat ada aksi demonstrasi di situ,” ujarnya.

Dengan alasan-alasan itu, Munarman menyebut Habib Rizieq telah diintai sejak kepulangan dia dari Arab Saudi pada 10 November 2020.

“Artinya, yang mau saya sampaikan. Habib Rizieq Shihab sejak kepulangan diintai secara ketat, oleh 30 orang. Masing-masing 10 orang di Petamburan, 10 orang Megamendung, 10 orang di Sentul,” ujar Munarman.

Baca juga: 

Munarman lalu bercerita saat peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek. Dia menyebut Habib Rizieq dan rombongan melakukan perjalanan untuk pengajian keluarga. Habib Rizieq bersama keluarga dikawal oleh laskar. Total ada 8 mobil dalam rombongan tersebut.

“Hari Minggu (6/12) pukul 22.30, beliau meninggalkan lokasi Sentul untuk menuju ke tempat pengajian keluarga inti. Pengajian ubuh, tidak libatkan pihak mana-mana, dengan empat keluarga, ada istri, anak, ada menantu. Artinya, ada perempuan di mobil itu, ada cucu beliau, dua orang masih bayi, tiga orang balita, di rombongan Habib Rizieq ada balita. Bayi satu tahun dan ada balita,” kata Munarman.

Munarman menyebut ada satu mobil yang menguntit sejak dari Sentul. Kemudian, pengawal Habib Rizieq langsung melindungi Habib Rizieq.

“Dalam perjalanannya, pukul 12.30 WIB atau setengah satu malam. Keluarga menggunakan 4 kendaraan roda empat, dikawal 4 mobil juga. Di perjalanan ada orang menguntit sejak keluarnya beliau, dari Sentul itu. Terus dikuntit dan akhirnya penguntit memotong. Entah apa tujuannya. Kita sebut, apakah dia petugas resmi atau bukan, karena dia tidak berseragam. Berusaha memotong rombongan dan setop kendaraan, dan pengawal bereaksi untuk melindungi Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Itu normal karena mereka bertugas untuk mengawal,” katanya.

Munarman kemudian menegaskan tidak ada baku tembak dalam peristiwa itu. Ia berkeyakinan seperti itu karena laskar FPI tidak dibekali senjata api.

“Yang patut diberitahukan kepada teman-teman pers semua bahwa fitnah besar, kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak-menembak fitnah itu, laskar kami tidak pernah dibekali senjata api, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut,” tegas Munarman.

Baca juga:

Munarman kemudian menantang agar senjata api tersebut dicek. Munarman menyebut bahwa pernyataan polisi adalah upaya untuk memutarbalikkan fakta.

“Jadi fitnah dan ini fitnah luar biasa pemutarbalikan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan. Kalau betul itu, itu coba dicek senjata apinya nomor register senjata apinya pelurunya itu semua tercatat, cek saja, silakan dicek, pasti bukan punya kami, karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong, bohong sama sekali, apalagi di FPI di kartu anggota FPI dan kartu anggota LPI disebutkan bahwa setiap anggota FPI dilarang membawa senjata tajam, senjata api dan bahan peledak, itu dilarang, kartu anggota kita punya, jadi upaya-upaya memfitnah memutarbalikkan fakta hentikanlah, hentikanlah,” papar Munarman.

Munarman juga sempat mempertanyakan jasad keenam laskar FPI tersebut. Menurutnya, pihaknya telah mengecek keenam laskar FPI itu hingga ke lokasi kejadian di Tol Karawang Timur.

“Kemudian kejadiannya kenapa kami menyatakan laskar kami dalam keadaan hilang? Karena memang kami belum tahu di mana keberadaannya, itu membuktikan bahwa mereka dibunuh dan dibantai. Kalau sejak awal tembak menembak itu berarti tewasnya di tempat dong, tewas di tempat pasti banyak, semalem saya sendiri sampai jam 03.00 WIB sudah ngecek dengan teman-teman di lapangan tidak ada jenazah di situ, tidak ada keramaian di situ, yang ada justru petugas aparat setempat yang ada di lokasi yang diperkirakan di pintu Tol Karawang Timur, di tengah malam itu saya sudah cek,” tandas Munarman.

Sebelumnya, terjadi bentrok antara Laskar FPI dan kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Kepolisian menyebut bentrok terjadi usai anggota FPI memulai tembakan ke arah polisi. Mereka pun melakukan tindakan tembak mati kepada 6 orang FPI.

Sementara FPI menyebut bentrokan terjadi karena mobil polisi berusaha menyelak rombongan Rizieq Shihab. FPI menyebut ada penyerangan berujung pembantaian yang dilakukan polisi.

*****

Editor: Ali Mhd

Sumber: cnnindonesia.com/detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin