Home Kepulauan Riau FKPT Kepri: Cegah Radikalisme dengan Gurindam 12

FKPT Kepri: Cegah Radikalisme dengan Gurindam 12

FKPT Kepri
Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji. (F: ist)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Tanjungpinang – Syair-syair dalam Gurindam 12 diyakini dapat mencegah tumbuhnya paham radikalisme di Tanah Air. Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji itu mengandung nasihat yang bisa menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai.

Demikian dikatakan Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri, Fauzi di Tanjungpinang, kemarin. Menurut dia, kKearifan dan kebudayaan lokal bisa dimanfaatkan untuk mencegah aksi-aksi intoleran hingga radikalisme dan terorisme di Tanah Air.

“Salah satu warisan kebudayaan yang dapat menutup pintu paham intoleran itu adalah Gurindam 12. Syair-syair Gurindam 12 dapat mencegah radikalisme dan terorisme jika diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, dilansir Kominfo.kepriprov.go.id.

BACA JUGA : Maksimalkan Kearifan Lokal Kepri untuk Cegah Radikalisme

Fauzi mengatakan, syair Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji memiliki 12 pasal, yang mengandung nasehat dalam kehidupan sosial, dan juga menyelenggarakan pemerintahan.

Bukan hanya menarik perhatian publik di Indonesia, Syair Gurindam 12 ini juga layak diterapkan di tengah masyarakat internasional. Pasalnya, makna yang terkandung di setiap pasal dalam Gurindam 12 tidak dibatasi ruang dan waktu.

“Gurindam 12 ini memang jangan hanya menjadi hiasan budaya dan sejarah warisan kerajayaan Melayu. Kita seharusnya bisa mengimplementasikan setiap nasihat yang terkandung dalam pasal-pasal Gurindam 12,” katanya.

“Jika itu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, kami yakin dapat memperkuat persatuan dan kesatuan. Gurindam 12 dapat mencegah munculnya sikap toleran, termasuk paham-paham radikal,” sambung pria yang juga dikenal sebagai dosen di sejumlah kampus di Kepri ini.

Fauzi mengaku, ia bersama beberapa rekan pernah melakukan kajian terhadap Gurindam 12, yang berhubungan dengan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Hasil kajian itu telah pun ditulis menjadi sebuah buku yang dicetak Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdur Rahman.

Dalam buku itu, dijelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam Gurindam 12. Fokus Fauzi dalam kajian tersebut terkait kesejahteraan masyarakat dan hukum.

BACA JUGA : Guru Agama di Kepri Dilatih Tangkal Radikalisme

Tujuan pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan nilai-nilai hukum, yang terkandung dalam Gurindam 12 perlu diimplementasikan di tengah masyarakat.

“Itu dua hal yang berbeda, namun saling berhubungan. Kami yakini ketika masyarakat sejahtera, dan produk hukum melahirkan keadilan, radikalisme dan terorisme dapat diatasi oleh masyarakat itu sendiri, yang tentunya didukung penuh oleh pemerintah,” kata dia.

FKPT Kepri, lanjut Fauzi, berharap nilai-nilai yang terkandung di dalam syair Gurindam 12 maupun kearifan lokal lainnya terus disosialisasikan secara massif. Mulai dari kehidupan akademik tingkat bawah hingga atas sehingga melahirkan generasi muda yang kuat, cerdas, dan toleran.

“Saya berharap nilai-nilai Gurindam 12 ini terpancar dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkualitas, dan patriotik,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

SebelumnyaRudi Pastikan Guru TPQ Terima Insentif, Segini Jumlahnya
SelanjutnyaKasus Covid-19 Tanjungpinang Naik Lagi, Satgas Awasi Pasar dan Kedai Kopi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin