Home Nusantara Erdina Potong 4 Jari dan Ngaku Dibegal Gegara Utang

Erdina Potong 4 Jari dan Ngaku Dibegal Gegara Utang

Chandra mengatakan, Erdina memotong keempat jari tangannya di tas pecahan batu bekas cor semen berukuran 10 x 15 cm. Batu itu lalu dilapisnya dengan kain sarung.

Tangan kirinya diletakkan di atas batu itu menghadap ke atas.

“Terdakwa memotong keempat jarinya dengan parang dengan cara diayunkan satu kali sekuat tenaga,” tutur Chandra.

Begitu jari-jarinya terputus, Erdina lalu membungkus tangannya dengan kain sarung. Keempat jarinya dimasukkan dalam plastik lalu dibuang ke parit.

Erdina lalu menghubungi Mehuli Br Ginting yang kemudian menjadi saksi untuk minta tolong. Mehuli bersama saksi lain Laba Sinulingga lalu membawa Erdina ke Rumah Sakit Murni Teguh untuk dibawa ke Unit Gawat Darurat.

Di rumah sakit, Erdina mengaku mengalami rampok atau begal. Anaknya, Nico Johan Saputra Manurung lalu membuat laporan perihal begal itu kepada Polrestabes Medan.

Baca Juga :

Saat polisi mengecek lokasi yang disebutkan sebagai lokasi perampokan, polisi menemukan kejanggalan. Erdina lalu diperiksa di Mako Polda Sumut. Di sana dia mengakui bahwa dirinya sengaja menyampaikan berita bohong.

Dia mengaku berbohong agar orang-orang yang memberikan utang kepadanya percaya bahwa dia benar dibegal. Sehingga orang yang memberikan utang menjadi kasihan.

Gara-gara aksinya itu, Erdina malah mendekam di penjara. Dia diancam pidana dalam Pasal 14 Ayat 1 UU RI tahun 1964 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menyebarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dihukum penjara maksimal 10 tahun.

****

Editor: Asrul R

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin