Home Kepulauan Riau Batam

Dua Residivis Batam Bobol Rumah Warga Bengkong, Ancam Ibu dan Anak dengan Badik

Residivis Batam
Polisi menunjukkan empat tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang merupakan residivis di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (17/5/21). (F: barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Dua residivis di Kota Batam membobol rumah warga di Kecamatan Bengkong. Mereka membawa kabur sejumlah barang setelah mengancam pemilik rumah dengan senjata tajam jenis badik.

Dua residivis itu adalah AK alias R dan ZI alias Z. Saat ini, keduanya sudah ditangkap dan diamankan di sel tahanan Mapolda Kepri, Nongsa, Batam.

Tersangka AK merupakan residivis yang pada tahun 2019 dihukum atas perkara pencurian handphone. Ia bebas pada tahun 2020.

Sedangkan tersangka ZI adalah residivis yang pada tahun 2015 awal dihukum perkara pencurian handphone. Ia kemudian bebas tahun 2015 akhir. Namun, pada 2017 ia kembali dihukum perkara senjata tajam dan bebas tahun 2018.

BACA JUGA : Obok-Obok Rumah Warga dan Gondol Mobil, Pria Tanjunguncang Batam Ditangkap

Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, selain dua residivis Batam tersebut, pihaknya juga menangkap dua orang lain yakni SFM dan R. Keduanya merupakan penadah barang dari hasil curian tersangka AK dan Z.

Tersangka SFM alias R yang dalam perkara ini bertindak sebagai penadah dan R yang juga sebagai penadah merupakan seorang residivis dengan kasus pencurian sebanyak 4 kali yang dilakukan di Hongkong pada tahun 2010 sampai 2017.

Keempat orang tersebut diringkus Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri dengan tuduhan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan penadahan. Penangkapan para tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP- B / 47 / V / 2021 / SPK – Polsek Bengkong, Tanggal 14 Mei 2021.

Kronologis dan modus operandi tersangka

Kombes Arie mengatakan, waktu dan tempat kejadian perkara adalah hari Jumat (14/5/21) sekira pukul 04.15 WIB di Bengkong Pertiwi, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Korban adalah seorang perempuan berusia 46 Tahun yang bekerja sebagai wiraswasta.

“Kronologisnya, pada dini hari itu, tersangka ZI masuk ke dalam rumah korban melalui jendela kamar. Sedangkan tersangka AK menunggu di luar rumah dengan sepeda motor,” kata Arie dalam jumpa pers di Mapolda Kepri, Batam, kemarin.

“Tersangka ZI yang berhasil masuk ke dalam kamar korban langsung mengancam korban yang terbangun dengan sebilah badik. Kemudian, ia mengambil HP milik korban,” lanjut Kombes Arie.

BACA JUGA : Tim Polresta Barelang Tembak 6 Bandit Pelaku Curas

Selanjutnya, tersangka berjalan menuju ruang tamu, dan tidak sengaja bertemu anak korban yang juga terbangun. ZI lantas mengancam anak korban dengan badik dan juga mengambil HP milik anak korban.

“Tersangka pun memerintahkan anak korban untuk bergabung dengan ibunya di kamar. Kemudian, ZI keluar rumah korban melalui jendela kamar tempat dia datang. Ia lalu menghampiri tersangka AK yang sudah menunggu di luar rumah korban. Mereka kemudian melarikan diri,” kata Arie.

Kemudian kedua tersangka itu menjual barang hasil curian kepada tersangka SFM dan R. Akibat perbuatan para residivis Batam ini, korban mengalami kerugian sekira Rp6.300.000

Barang Bukti Kejahatan
barang bukti kejahatan yang disita polisi dari empat tersangka. (F: barakata.id)

Kronologis penangkapan empat tersangka

Kasubbid Penmas Polda Kepri AKBP Imran menambahkan, penangkapan terhadap keempat tersangka berawal dari Laporan Polisi Nomor: LP- B / 47 / V / 2021 / SPK – Polsek Bengkong, Tanggal 14 Mei. Tim Opsnal dari Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri lantas melakukan penyelidikan di lapangan.

Pada Minggu (16/5/21) sekira pukul 03.00 WIB, tim mengetahui tersangka AK dan ZI bertempat tinggal di daerah Bukit Samyong, Tanjung Sengkuang. Pukul 04.15 WIB, tim langsung meringkus ZI di rumah kosnya.

BACA JUGA : Warga Batam Waspada, Ada Bandit Rusak Lampu Jalan Waduk Sei Ladi

Sepuluh menit berselang, polisi berhasil menangkap tersangka AK. Tim lalu melakukan pengembangan kasus, dan mendapatkan informasi bahwa barang hasil kejahatan dijual kepada tersangka SFM dan R yang keduanya berperan sebagai penadah.

“Pada pukul 05.00 WIB, tim mengamankan tersangka SFM di depan ATM Foodcourt 98 Jodoh. Selanjutnya tim menangkap tersangka R pukul 05.45 WIB di kos-kosan Bukit Samyong, Tanjung Sengkuang,” kata AKBP Imran.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari paa tersangka adalah, 1 unit HP iPhone 8 warna hitam milik korban, dan 1 unit HP Samsung J7 warna hitam milik korban.

Kemudian, 1 unit HP Vivo warna biru milik tersangka, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio, 1 bilah badik, 1 tas selempang, 1 buah gunting seng warna orange, 1 gunting kecil warna hitam dan 1 bilah pisau lipat.

“Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP Tindak Pidana Curas dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara,” kata AKBP Imran.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin