Home Warta Nusantara

Dua Perguruan Silat Bentrok, Satu Tewas Empat Luka-Luka

104
Ilustrasi

Kupang – Dua perguruan silat yakni Kera Sakti dan Setia Hati Ternate (SHT) bentrok di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/6/19) dini hari. Akibatnya, satu orang tewas dan empat orang lainnya terluka terkena anak panah.

Korban tewas atas nama Ramos Horta (19), warga RT 22/RW 09, Desa Manusak, Kupang Timur.

“Dalam bentrokan dua kelompok ini menyebabkan satu korban meninggal sedangkan empat korban lainnya mengalami luka-luka,” kata Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Ebed Amalo seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Ebed mengatakan, korban tewas yang diduga akibat tikaman benda tajam itu diduga merupakan anggota perguruan SHT sedangkan empat korban luka merupakan anggota perguruan silat Kera Sakti.

Korban tewas dalam bentrokan itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat. Sedangkan empat korban yang terluka kini dalam penanganan petugas medis, juga di RSUD Naibonat, yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan kedua perguruan silat berlangsung.

Baca Juga : Warga Bentry di Buton, 30 Rumah Terbakar

Ebed mengatakan, situasi keamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kawasan depan Kantor Bupati Kupang hingga lapangan Transad Naibonat kini sudah kondusif, dan dalam pengamanan petugas kepolisian.

Polisi setempat saat ini tengah mendalami penyebab terjadinya bentrokan

Berawal dari tempat pesta

Kapolda NTT, Irjen Polisi Raja Erisman mengatakan, bentrokan berawal dari perkelahian antardua perguruan silat itu di acara pesta di rumah Lorens Marcues di Perumahan 100 RT 019/RW 007, Desa Manusak.

Mulanya, Ramos mendatangi tempat pesta di rumah Lorens Marcues itu sekitar pukul 02.00 Wita.

Setelah berada di dalam tenda pesta, Ramos diajak duduk oleh beberapa orang yang tidak dikenal.

“Beberapa saat kemudian terjadilah keributan dan pada saat terjadi keributan korban ditikam oleh seseorang dengan benda tajam,” ungkap Erizman dikutip dari Kompas.

Setelah ditikam, lanjut Erizman, korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga dan beberapa orang temannya ke RSUD Naibonat pada pukul 06.00 Wita.

“Setelah ditangani oleh petugas medis, nyawa korban ternyata tidak bisa diselamatkan,” kata Erizman.

Saat ini polisi sudah mengantongi identitas pelaku, setelah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang melihat kejadian itu.

“Saat ini, kita masih fokus untuk mengamankan bentrokan warga, setelah tewasnya korban,” kata Erizman.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin