Home Kepulauan Riau

Dua Pendemo Reaktif Corona, Gugus Tugas Kepri Menatap Kerja Berat

25
Pendemo Reaktif Corona
Gabungan buruh dan mahasiswa menggelar orasi dalam demo menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan gedung DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (8/10/20). Dua pendemo diketahui reaktif corona dari hasil rapid test. (F: WartaKepri)

Barakata.id, Batam – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dihadapkan dengan kerja cukup berat selama beberapa hari ke depan. Tugas berat itu menanti usai mereka menemukan dua pendemo di DPRD Kepri reaktif virus corona, Kamis (8/10/20).

Kedua orang itu adalah aktivis buruh yang datang dari Kota Batam ke Tanjungpinang untuk mengikuti aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law. Mereka didapati reaktif corona setelah melalui rapid tes saat mau memasuki gedung DPRD Kepri untuk bertemu dengan unsur pimpinan Dewan.

Usai diketahui reaktif, kedua aktivis buruh itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Selanjutnya, mereka diberangkatkan ke Batam menuju Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI Galang).

“Sekitar sekitar jam 5 sore sudah kita berangkatkan ke Batam, dan sekitar jam 8 malam (tadi malam) mereka sudah tiba di RSKI Galang untuk menjalani isolasi,” katanya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mochammad Bisri kepada wartawan.

Baca Juga :

Menurut Bisri, dari laporan yang diterimanya, setibanya di RSKI Galang, kedua orang itu langsung menjalani tes swab.

“Hasil tes swab diperkirakan keluar tiga hari ke depan, kita tunggu saja, semoga negatif,” kata dia.

Antisipasi jika hasil swab positif

Bisri mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan riwayat perjalanan kedua perwakilan buruh tersebut. Menurutnya hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika hasil swab keduanya dinyatakan positif Covid-19.

“Kalau, ini kalau ya, jika ternyata positif tentu ini jadi pekerjaan yang cukup berat. Kita harus melakukan tracing, mulai dari mereka bergerak keluar dari rumah sampai mereka ikut demo di DPRD Kepri tadi. Begitu prosedurnya, ini tentu cukup berat,” katanya.

Kekawatiran Bisri tentu bukan main-main. Sebab, jika benar hasil kedua orang itu positif Covid-19, maka tim Gugus Tugas harus melakukan tracing atau penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan mereka.

Kontak erat itu, bisa dimulai dari keluarga, teman kerja, teman organisasi, maupun orang lain yang sempat ditemui sampai keduanya ikut aksi menolak UU Cipta Kerja di DPRD Kepri.

“Yah, kita berdoa saja semoga hasilnya (swab) negatif,” kata Bisri.

Tanggapan Pjs Gubernur Kepri

Kabar adanya dua pendemo yang reaktif corona memang cepat menyebar sejak Kamis sore kemarin. Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin yang mendapatkan informasi itu pun langsung mengimbau seluruh masyarakat Kepri terutama kalangan buruh, mahasiswa dan kepolisian agar lebih berhati-hati jika memang masih ada aksi unjuk rasa.

Ia meminta semua pihak menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga. “Mari kita patuh dengan protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 ini belum berakhir, tetap jaga kesehatan,” katanya, Kamis (8/10/20) malam.

Bahtiar menegaskan, pemerintah tidak melarang segala bentuk aspirasi yang dilakukan masyarakat. Hanya saja, masyarakat juga harus bisa memahami kondisi saat ini dimana Indonesia masih belum lepas dari wabah virus corona.

“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi ingat, harus tetap mengutamakan keselamatan, kesehatan, karena sekarang masih pandemi Covid-19. Jangan sampai ada yang dikorbankan apalagi korban nyawa,” kata dia.

Baca Juga :

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS Arif Fadillah. Ketua Harian Satgas Covid19 Kepri itu mengingatkan dan mengajak masyarakat agar selalu mematuhi patuhi protokol kesehatan saat menjalani aktivitas.

“Jaga kesehatan, selalu gunakan masker jika beraktivitas di luar, hindari kerumunan. Kalau terpaksa harus berkumpul, jagalah jarak dan hindari kontak fisik,” katanya.

“Kita harus sama-sama saling menjaga agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona,” sambungnya.

Terkait dua buruh yang hasil rapid tesnya reaktif saat berdemo di DPRD Kepri, Arif berharap hasil swab kedua aktivis buruh itu negatif Covid-19.

Untuk diketahui, aksi demo menolak UU Citpa Kerja di DPRD Kepri, Kamis (8/10/20) diikuti sekitar 400-an orang yang terdiri dari elemen buruh dan mahasiswa. Usai berorasi, 10 perwakilan buruh diterima Ketua PDRD Kepri Jumaga Nadeak.

Nah, saat hendak masuk ke gedung DPRD Kepri menemui pimpinan Dewan itu, para perwakilan pendemo harus melalui rapid test. Dari tes cepat itulah ditemukan dua orang pendemo reaktif virus corona.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin