Home Kepulauan Riau Batam

DPRD Batam Pertanyakan PAD dari Indomaret dan Alfamart

17
DPRD Batam
Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim

Barakata.id, Batam – DPRD Batam mempertanyakan pendapatan asli daerah (PAD) Pemko Batam dari kehadiran ritel Indomaret dan Alfamart di Kota Batam. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Batam, Batam Centre, Selasa (30/6/20) siang.

“Seingat saya, dua ritel modern ini sudah ada di Batam sejak lima tahun lalu, dan semakin menjamur. Tapi nampaknya tidak ada perubahan apapun, terutama laporan PAD-nya,” kata Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim.

Menurut Ruslan, laporan PAD dari kedua ritel tersebut penting untuk melihat sumbangsihnya bagi Batam. Apalagi, muncul anggapan bahwa Indomaret dan Alfamart sudah menggangu keberlangsungan UMKM di Batam.

Ruslan menegaskan, Pemko Batam perlu memberi perhatian khusus terhadap PAD dari ritel yang menjamur di Batam. Pemko harus bertanggung jawab karena menjadi pihak pemberi izin usaha.

Baca Juga :
DPRD Batam Minta Sekolah Swasta Beri Keringanan SPP

Apalagi, berdasarkan laporan dari Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FORPPI), kehadiran kedua ritel modern ini turun membuat penurunan UMKM yang juga terpaksa menutup usahanya.

“Saya ingin tanyakan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Gustian Riau. Karena sebelum menjabat di Disperindag, dialah yang memberi izin dua ritel modern ini saat masih menjabat Kepala Dinas PTSP Pemko Batam,” kata dia.

Merespon hal itu, Kepala Dinas DPM-PTSP Batam, Firmansyah mengaku bahwa saat ini pihaknya tidak memiliki data yang diminta oleh DPRD Batam. Ia berjanji akan melakukan kajian, dan memasukkan laporan PAD dari kedua ritel modern tersebut ke dalam laporan anggaran perubahan 2020.

“Untuk saat ini kami memamg belum lakukan kajian terkait PAD yang bersumber dari Alfamart dan Indomaret. Nanti kami upayakan dimasukkan dalam laporan anggaran perubahan 2020,” katanya.

****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin