Home Kepulauan Riau Batam DPRD Batam Minta PLN Tera Ulang Meteran Listrik

DPRD Batam Minta PLN Tera Ulang Meteran Listrik

Suasana RDP lintas komisi di DPRD Batam terkait melonjaknya tagihan listrik PLN Batam, Senin (8/6/20). (F: Surya Kepri)

Barakata.id, Batam – Anggota DPRD Batam meminta bright PLN Batam melakukan tera ulang meteran listrik, milik para pelanggan di Batam. Hal itu menyusul banyaknya keluhan warga atas melonjaknya tagihan listrik.

“Dalam Undang-Undang itu sudah sangat tegas menyatakan, wajib tera dan tera ulang merupakan keharusan. Kami minta PLN Batam melakukan tera ulang meteran listrik pelanggan,” kata anggota II DPRD Batam, Sahat Tambunan saat RDP Lintas Komisi di gedung DPRD Batam, Senin (8/6/20).

Sahat menjelaskan, Keputusan Menteri Perdagangan tahun 1998 juga sudah menegaskan, waktu tera ulang untuk UTTP, meter kWh 1 fase jangka waktu tera ulang, 10 tahun dan meteran kWh 3, jangka waktu tera ulang 10 tahun.

Baca Juga :
Tagihan Listrik Melonjak, DPRD Gelar RDP dengan PLN Batam dan Konsumen

Pada Pasal 12  di UTTP itu dinyatakan bahwa alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapan wajib tera dan ditera ulang.

“Tera ulang itu juga harus disampaikan terbuka kepada konsumen atau pelanggan,” kata dia.

Menurut Sahat, alasan PLN Batam bahwa melonjaknya tagihan listrik pelanggan oafa bulan Mei, karena tidak dilakukan pencatatan karena Covid-19 adalah mengada-ada.

Ia mengatakan, proses pencatatan meteran listrik tidak dilakukan oleh banyak orang. Petugas pencatat pun tidak ada berinteraksi dengan pelanggan.

“Itu petugas pencatat kan tidak harus bertemu dengan orang banyak. Jadi menurut kami, alasan tidak dilakukan pencatatan karena menghindari Covid-19 terlalu mengada-ada,” ujarnya.

Pada RDP itu, DPRD Batam juga meminta bright PLN Batam mulai menggunakan teknologi yang terintegrasi dalam pencatatan, tanpa merugikan hak-hak pelanggannya.

“PLN ini jangan sampai menyandera konsumen dengan menentukan sendiri meteran pemakaian listrik. Kalau begini, konsumen sangat dirugikan karena harus membayar listrik yang belum tentu mereka pakai,” ujar Sahat.

Baca Juga :
Rudi Minta PLN Batam Jangan Putus Listrik Pelanggan yang Tak Mampu Bayar

Ia berharap ke depan PLN Batam bisa lebih bijak mengingat saat ini kondisi masyarakat sedang tertekan akibat wabah virus corona.

“Sebaiknya mau melihat situasi dan kondisi terkini, jangan berpikir untuk bisnis dan keuntungan. Tolong lihat, dan bantu masyarakat yang sedang kesusahan. Caranya, jangan bebani mereka dengan tagihan yang menjerat leher,” pungkasnya.

*****

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin