Home Kepulauan Riau Batam Dituduh Bagi-Bagi Uang, Tim INSANI: Jangan Terprovokasi, Amplop Itu Isinya Surat Tugas

Dituduh Bagi-Bagi Uang, Tim INSANI: Jangan Terprovokasi, Amplop Itu Isinya Surat Tugas

232
Tim INSANI
Uba Ingan Sigalingging (tengah) didampingi Ramali dan Bali Dalo dari Tim Pemenangan INSANI mengklarifikasi soal pemberitaan yang menuding pihaknya bagi-bagi amplop kepada masyarakat, Kamis (19/11/20). (F: barakata.id/yuri b trisna)

Barakata.id, Batam – Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2, Isdianto-Suryani (INSANI) meluruskan pemberitaan serta rekaman video yang menuding mereka melakukan praktik politik uang. Berita dan isi video tersebut dianggap tidak benar dan menyesatkan.

Tim INSANI pun menganggap penyebaran berita dan video dengan narasi Timses INSANI bagi-bagi uang sangat merugikan mereka. Apalagi, berita dan video tersebut telah disebarkan oleh pihak-pihak tertentu di media sosial.

“Terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa kami bagi-bagi duit, kami tegaskan bahwa (berita) itu tidak terkonfirmasi dan terverifikasi,” ujar Uba Ingan Sigalingging, Wakil Sekretaris Tim Pemenangan INSANI dalam jumpa pers di Batam Centre, Batam, Kamis (20/11/20).

Baca Juga :

Sebelumnya, salah satu media online di Kota Batam mempublish berita tentang dugaan praktik money politik yang dilakukan Tim INSANI. Media tersebut melaporkan bahwa Timses INSANI membagi-bagikan uang dalam amplop putih kepada masyarakat.

Penyerahan uang dalam amplop itu dilakukan di acara bimbingan teknis (Bimtek) Tim INSANI di salah satu rumah makan di kawasan Bengkong.

Uba mengatakan, acara Bimtek itu merupakan kegiatan internal Tim Pemenangan INSANI, bukan untuk konsumsi publik.

“Itu acara internal, untuk konsolidasi tim kami, bukan untuk konsumsi publik. Dan perlu kami klarifikasi bahwa yang ada di dalam amplop putih itu adalah surat tugas, bukan uang,” kata Uba.

Tidak ada konfirmasi

Uba pun merasa heran ketika tiba-tiba muncul berita yang menyebutkan bahwa pihaknya membagi-bagikan uang kepada masyarakat di acara bimtek tersebut. Apalagi, di dalam pemberitaan tidak ada konfirmasi dari wartawan kepada panitia ataupun Tim INSANI.

“Padahal di acara itu ada panitianya. Atau, wartawannya bisa saja menghubungi kami, atau siapa saja dari Tim INSANI yang mereka kenal. Itu tidak dilakukan. Jadi ini masalah etika jurnalis, etika media juga perlu diklarifikasi,” katanya.

“Dalam berita itu memang ada disebutkan kalau mereka (wartawan) menghubungi kami, tak di antara kami merasa tidak ada yang dihubungi,” sambung anggota DPRD Kepri dari Partai Hanura itu.

Baca Juga :

Ramali selaku panitia acara bimtek itu menambahkan, acara bimtek tersebut dilaksanakan khusus untuk internal Tim Pemenangan INSANI yakni untuk koordinator saksi tingkat RW yang nantinya bertugas memberi laporan di masing-masing TPS (tempat pemungutan suara) di hari pencoblosan.

Acara bimtek tersebut digelar bertingkat, dan bukan hanya di Kecamatan Bengkong, tapi juga seluruh kecamatan di Batam bahkan setiap daerah di Provinsi Kepri. Karena sifatnya penugasan, maka di acara bimtek itu setiap koordinator menerima surat tugas yang dimasukkan ke dalam amplop warna putih.

“Jadi kami tegaskan, isi amplop putih itu surat tugas, bukan uang. Di acara itu kami juga memberikan APK (alat peraga kampanye). Karena mereka orang kami, artinya orang yang sudah jauh-jauh hari direkrut dan memang bagian dari Tim INSANI,” katanya.

Menurut Ramali, pada saat acara berlangsung, pihaknya tidak ada mengundang media atau wartawan. Hal itu dikarenakan kegiatan bersifat internal, untuk konsolisasi mengingat hari pencoblosan Pilkada Kepri sudah semakin dekat.

“Yang hadir membuat berita itu jelas tidak kami undang. Memang, ada yang menemui saya dan mengaku kalau dia wartawan, tapi saat acara sudah selesai, dan tidak ada mengkonfirmasi soal amplop putih tersebut,” kata Ramali.

Baca Juga :

Mengapa wartawan itu bisa masuk ke ruangan tempat acara berlangsung? Menurut Ramali, oknum wartawan tersebut bisa masuk ke lokasi acara karena menjual namanya.

“Dia (wartawan) itu bilang kepada tim kami yang menjaga di pintu masuk kalau dia kenal sama saya dan diminta masuk. Padahal saya tidak ada mengundang. Setelah dia ada di dalam pun tidak ada konfirmasi dengan saya, tidak ada koordinasi, sampai acara selesai,” tuturnya.

Ramali menegaskan, masalah pemberitaan dan video yang menuding pihaknya membagi-bagikan uang kepada masyarakat sudah dibicarakan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri. Menurut dia, pihak Bawaslu pun menegaskan jika hal tersebut tidak ada masalah.

“Kami udah mejelaskan kronologisnya, dan Bawaslu menganggap tidak ada yang salah,” kata dia.

Baik Uba maupun Ramali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh pelaksanaan Pilkada Kepri 2020.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin