Disdik Kepri Buka Penerimaan Murid Baru Tahap Dua

69
Ribuan orangtua calon murid mendengar penjelasan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun terkait zonasi sekolah di Dataran Engku Putri, Batam, Senin (8/7/19).

Batam – Dinas Pendidikan Kepulauan Riau (Disdik Kepri) membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahap dua mulai hari ini, Selasa (9/7/19). Penerimaan tahap dua ini dibuka untuk memfasilitasi ribuan murid yang belum tertampung di sekolah negeri pada PPDB tahap satu, Juni lalu.

Kepala Disdik Kepri, Muhammad Dali mengatakan, ada sekitar 2.216 calon murid SMA, SMK dan sederajat yang belum diterima, sebagian besar berada di Kota Batam dan Tanjungpinang.

“Ini berdasarkan arahan Pak Gubernur. (PPDB) dibuka mulai hari ini dan besok (Rabu),” katanya di Batam.

Dali mengimbau para orangtua calon murid agar tetap tenang dan bersabar selama mendaftarkan anak-anaknya. Pemerintah akan berupaya menyelesaikan masalah ini dengan menambah dua ruang kelas di sekolah-sekolah tertentu.

Menurut dia, tidak tertampungnya ribuan calon murid karena keterbatasan sekolah dan ruang kelas. Apalagi sistem zonasi membuat banyak calon murid yang menumpuk di satu wilayah.

Baca Juga : Zonasi Sekolah Berantakan, Gubernur Kepri Pasang Badan

Di Kota Batam, misalnya, di SMAN 3 terdapat 523 calon murid yang belum tertampung. Kemudian di SMAN 5 ada sekitar 500 siswa yang belum tertampung.

Menurut Dali, pada tahap dua ini pihaknya akan membebaskan sistem zonasi. Jika sebelumnya di Batam ada 8 zonasi sekolah kini dibagi menjadi 4 zonasi.

Ia menyarankan para orangtua calon murid agar mendatangi sekolah-sekolah ke zonasi lain, tidak lagi fokus pada sekolah yang punya “jalur padat” agar tidak terjadi penumpukan.

“Misalnya yang berada di dekat SMAN 3 Batam, bisa bergeser ke SMAN 15 yang masih bisa menampung sekitar 70 siswa,” katanya.

Baca Juga : Ratusan Anak di Batam Tak Diterima di Semua Sekolah

Dali mengatakan, PPDB tahap dua ini akan diterapkan untuk sekolah yang masih memiliki daya tampung. Untuk sekolah-sekolah yang sudah penuh, tidak akan membuka penerimaan lagi.

PPDB tahap dua di Provinsi Kepri dilaksanakan di tiga daerah yakni Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun. Untuk Kota Batam dibuat menjadi 4 zonasi, Tanjungpinang dan Karimun masing-masing satu zonasi.

Kadisdik Kepri, M Dali

Ia menegaskan, PPDB tahap dua hanya berlaku untuk murid yang pada PPDB tahap pertama tidak diterima atau belum tertampung. Bagi murid yang sudah diterima, tidak diperbolehkan ikut mendaftar lagi.

“Teknis pendaftarannya sama seperti yang pertama, tidak ada yang berubah,” kata dia.

Dipuji warga, diapresiasi wakil rakyat

Kebijakan Pemprov Kepri membuka PPDB tahap dua mendapat apresiasi dari warga dan wakil rakyat. Sejumlah orangtua calon murid di Batam dan Tanjungpinang memuji langkah Disdik Kepri dalam mengatasi kesemrawutan sistem zonasi tahun ini.

“Peluang anak saya masih ada setelah ditolak sistem sebelumnya,” kata Sri, warga Kecamatan Tanjungpinang Timur, dikutip dari situs resmi Pemprov Kepri, Selasa (9/7/19).

Hal senada dikatakan Roni, warga Kecamatan Bukit Bestari. Ia berharap pada penerimaan siswa baru tahap dua ini tidak lagi menimbulkan permasalahan.

“Sekolah favorit hanya sedikit, peluang kebanyakan di sekolah lainnya,” ujarnya, yang ingin mendaftarkan putrinya di SMAN I Tanjungpinang.

Untuk zonasi Kota Tanjungpinang sendiri, SMAN 1 buka kuota untuk 9 orang, SMAN 2 sebanyak 6 siswa, SMAN 3 terima 278 siswa, SMAN 4 terima 60 siswa, SMAN 5 untuk 113 siswa, SMAN 6 sebanyak 65 siswa lagi, dan terakhir SMAN 7 menerima 64 siswa lagi.

Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kepri, Iskandarsyah juga mengapresiasi tindakan Pemprov Kepri. Menurut dia, PPDB tahap dua bisa menjadi solusi terbaik untuk saat ini.

Ke depan, ia meminta Disdik Kepri memiliki data terkait berapa jumlah calon murid yang akan masuk sekolah setiap tahunnya. Dari data itu, menurut dia dapat diketahui kebijakan atau langkah-langkah apa yang harus diambil pemerintah, apakah penambahan jumlah kelas, jumlah kursi atau jumlah sekolah.

“Permasalahan ini sebenarnya sangat sederhana, dan seharusnya dapat diselesaikan segera,” katanya.

Baca Juga : Pendaftaran PPDB Online SMA/SMK di Kepri Dibuka 1 Juli

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Hanafi Ekra meminta Disdik Kepri dapat terus menganggarkan pembangunan sekolah dan ruang kelas baru. Menurutnya, persoalan di awal tahun ajaran baru tak hanya menyisakan persoalan zonasi saja melainkan juga ketersediaan sekolah yang dapat menampung peserta didik baru di setiap daerah.

“Persoalan di daerah-daerah atau di pulau-pulau lebih kompleks, lokasi sekolah yang jauh dan hanya di kabupaten sehingga menyulitkan anak untuk bersekolah,” katanya.

Menurut Hanafi, peran pemerintah Provinsi Kepri dalam mengalokasikan 20 persen anggaran untuk peningkatan kualitas pendidikan sudah dilakukan. Namun, masih banyak sekolah baru yang diperlukan di daerah-daerah.

“Jangan di perkotaan saja yang diperbanyak sekolahnya,” ujarnya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini