Home Kepulauan Riau

Dinilai Aman Damai, Kepri Dapat Anugerah Revolusi Mental

28
Plt Gubernur Kepri, Isdianto menerima penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2019 untuk Provinsi Kepri dari Kemenko PMK di Jakarta, Sabtu (21/12/19). (F: IST)

Batam – Provinsi Kepri (Kepulauan Riau) mendapat Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan). Kepri dinilai berhasil menjadi daerah yang aman dan damai.

Meski terdiri dari banyak pulau, dan dihuni oleh berbagai macam suku, Kepri dianggap oleh Kemenko PMK mampu menjaga situasi dan kondisi masyarakat tanpa konflik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan, selama ini nyaris tidak ada konflik antarumat beragama, suku maupun golongan di Kepri. Kalaupun ada, lingkupnya sangat kecil dan bisa langsung diatasi dengan cepat.

Baca Juga :

BI Optimistis Perekonomian Kepri 2019 Tumbuh 5 Persen

Ia mengatakan, Anugerah Revolusi Mental yang diterima Kepri setelah melalui berbagai tahapan. Mulai dari pengajuan persyaratan, wawancara hingga survei langsung oleh tim penilai.

“Penghargaan ini yang jelas bukan hanya hasil kerja Pemprov Kepri, tapi juga karena semua masyarakat Kepri yang sudah bersama-sama menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata dia, kemarin.

“Semua yang kita lakukan karena dilandasi oleh kebersamaan, hidup bergotong royong,” sambungnya.

Penghargaan tersebut diterima oleh Plt Gubernur Kepri, Isdianto di Jakarta, Sabtu (21/12/19) lalu. Provinsi Kepri menerima anugerah untuk Kategori Gerakan Indonesia Bersatu.

Arif mengatakan, selain Kepri, ada delapan provinsi lain yang menerima anugerah serupa dari Kemenko PMK, tapi untuk kategori berbeda.

Baca Juga :

Menko PMK Muhadjir Effendy Nilai Cadar Ganggu Pelayanan

Menteri Koordinator Bidang PMK, Muhadjir Effendy berharap, para penerima Anugerah Revolusi Mental 2019 dapat menjadi role model bagi institusi atau daerah yang lainnya.

“Diharapkan, gerakan nasional revolusi mental ini bisa memiliki efek yang masif, efek yang dapat mempengaruhi dalam percepatan pembangunan manusia,” katanya.

Anugerah Revolusi Mental ini, lanjut Muhadjir, sengaja diberikan juga demi Indonesia yang maju mandiri, berdaulat, berkepribadian, serta berasaskan gotong royong.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin