Home Kepulauan Riau Batam Diduga Langgar Prokes, GMI Kepri Desak Tim Gugus Covid-19 Tutup THM di...

Diduga Langgar Prokes, GMI Kepri Desak Tim Gugus Covid-19 Tutup THM di Batam

95
GMI Kepri
Ketua Garuda Muda Indonesia Provinsi Kepri, Hatim Abdul Kadir, S.Sos (Kiri). F: Barakata.id/ist
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam –  Garuda Muda Indonesia  (GMI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendesak Tim Gugus Covid -19 Kota Batam dan Provinsi Kepri, segera menutup tempat hiburan malam (THM) yang masih beroperasi di masa pandemi.

GMI menilai tempat-tempat hiburan seperti gelanggang permainan jackpot, karaoke, serta SPA yang menjamur di Batam saat ini, sebagai salah satu lokasi penyebaran virus corona lantaran kerap tidak mematuhi protokol kesehatan.


“Kita minta semua tempat hiburan segera di tutup. Karena banyak pelanggaran terkait protokol kesehatan,” tegas Ketua Garuda Muda Indonesia (GMI) Provinsi Kepri, Hatim Abdul Kadir kepada barakata.id, Rabu (7/7/21).

Baca juga:

Setidaknya ada tiga poin penting yang menjadi perhatian serius GMI Provinsi Kepri terkait hal ini.

Pertama, GMI menyatakan mendukung program PPKM Mikro. Kedua, mereka meminta kepada Tim Gugus Covid Kota Batam dan Provinsi Kepri agar melakukan pengawasan yang maksimal dan tidak boleh pandang bulu, artinya tempat yang buka ditutup .

Aktivitas di salah satu tempat hiburan malam di Kota Batam. F: Barakata.id/ist

Ketiga, mereka mendesak untuk menutup semua tempat-tempat seperti karaoke, gelper atau jackpot, dan SPA serta lainnya karena disinyalir banyak terjadi pelanggaran protkes.

Baca juga:

“Apabila proses PPKM tidak dijalankan oleh tim terkait, maka kami akan melaporkan persoalan ini ke Kordinator PPKM Nasional, Bapak Luhut Binsar Panjaitan, Bapak Mendagri Tito Karnavian dan Bapak Kapolri berdasarkan bukti-bukti yang ada,” tegas Hatim.

Hatim juga meminta agar para petugas dalam menjalankan tugas di lapangan, tidak boleh menunjukkan sikap arogansi kepada masyarakat, terutama pedagang kaki lima yang menjual makanan ataupun warung kopi.

Petugas melakukan penertiban PKL di Kota Batam. F: Barakata.id/ist

“Silahkan jalankan tugas sesuai aturan. Tapi kami pun minta jangan bersikap arogansi terhadap masyarakat kecil yang hanya berjualan makanan dan warung kopi, sementara tempat hiburan malam dibiarkan, tidak ditutup,” pungkas Hatim.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin