Home Warta Dicabutnya STR Larangan Penyiaran Arogansi Kepolisian, Kapolri Sebut Beda Penafsiran

Dicabutnya STR Larangan Penyiaran Arogansi Kepolisian, Kapolri Sebut Beda Penafsiran

21
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat merilis pencabutan STR larangan media untuk meliput oknum petugas kepolisian yang arogansi selama bertugas. Pada Selasa (6/4/2021) di Mabes Polri. (foto: Humas Mabes Polri)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat mencabut telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tertanggal 5 Mei 2021, terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian.

Hal itu dilakukan setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat. Sehingga, Kapolri meminta agar jajarannya tidak bertindak arogansi dalam menjalankan tugasnya, yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Namun begitu, Sigit mensarankan supaya dalam bertugas tetap mengedepankan SOP. Akan tetapi, juga harus mengedepankan sisi humanis dalam penegakan supremasi hukum di masyarakat.

Baca Juga : Kapolri : 1.062 Polsek di Indonesia Sekarang Tidak Lagi Melakukan Proses Penyelidikan

humanis. Namun saya lihat ditayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan. Oleh karena itu, tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dilapangan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Kapolri juga menegaskan, bahwa selama ini gerak-gerik perilaku anggota kepolisian selalu disoroti oleh masyarakat. Maka dari itu, perbuatan arogansi oknum kepolisian dapat merusak citra Polri yang saat ini sedang berusaha menuju reformasi birokrasi.

“Karena semua perilaku anggota pasti akan disoroti. Untuk itu saya menghimbau kepada para anggota berhati-hati dalam bertugas.

Baca juga : Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

Jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan dalam siaran liputan di media.

Hal-hal itu harus diperbaiki. Diusahakan dilapangan tetap tegas namun humanis,” pesan Sigit kepada anggotanya.

Kemudian mantan Bareskrim Mabes Polri itu mengatakan, bahwa kesalah pahaman penafsiran awak media atau insan pers dalam isi telegram itulah yang membuat pihaknya harus mencabut surat tersebut.

Baca Juga : Polri : Bom di Makasar Terkait Kelompok Operasi di Jolo, Filipina

“Bukan berati kita melarang untuk meliput arogansi oknum polisi sewaktu dilapangan. Akan tetapi, berangkat dari pribadi personel kepolisian itu sendiri lah yang tidak boleh bertindak arogansi selama bertugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri juga menyampaikan permintaan maafnya, karena selama ini pihaknya juga perlu masukan, kritik dan saran yang menuju arah perbaikan.

“Terakhir, saya sudah perintahkan Kadiv Humas untuk mencabut STR tersebut, dan sekali lagi kami juga selalu butuh koreksi dari teman-teman media untuk perbaikan insititusi Polri agar bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Penulis : Achmad Zunaidi

Advertisement
SebelumnyaCara Pemerintah Dalam Meningkatkan UMKM dengan Merevitalisasi Pasar Rakyat
SelanjutnyaRudi Pastikan Guru TPQ Terima Insentif, Segini Jumlahnya