Home Nusantara

Denny Indrayana Imbangi Petahana di Pilkada Kalsel, Begini Kata Pengamat

32
Denny Indrayana, calon Gubernur Kalimantan Selatan. F: cnnindonesia.com

Barakata.id, Jakarta- Pasangan calon Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan Denny Indrayana-Difriadi sejauh ini mengimbangi perolehan suara Sahbirin Noor-Muhidin.
Pengamat menilai Denny punya amunisi mujarab hingga bisa menandingi Sahbirin yang merupakan calon petahana.

Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa mengatakan bahwa Denny selama ini mengamati kinerja petahana selama menjabat yang pencapaiannya kurang maksimal. Kemudian dia kemas sebagai amunisi di masa kampanye.

Baca juga: 

“Saya lebih melihat pasangan ini berhasil melihat beberapa kinerja incumbent yang pencapaiannya mungkin kurang maksimal, untuk kemudian dikemas menjadi amunisi kampanyenya,” kata Ardha, Sabtu (12/12).

Menurut Ardha, selama menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan periode 2016-2021, kepuasan terhadap kinerja Sahbirin Noor memang tidak tergolong tinggi. Hingga kemudian, Denny memanfaatkan itu untuk menarik simpati masyarakat.

Baca juga:

“Mungkin celah ini yang berhasil dimanfaatkan Denny,” kata Ardha.

Perolehan suara Denny-Difriadi dan Sahbirin-Muhyidin cenderung ketat. Baik di quick count atau hitung cepat, maupun Sirekap KPU yang masih berjalan.

Di hitung cepat Charta Politika, Sahbirin-Muhyidin memang meraih suara lebih besar, yaitu 50,43 persen. Namun, tidak berbeda jauh dengan Denny-Difriadi yang meraih 49,57 persen.

Baca juga:

Hitung cepat versi Indikator Politik pun demikian. Suara Sahbirin-Muhyidin sebesar 50,23 persen, sementara Denny-Difriadi 49,57 persen. Hanya beda tipis.

Dalam Sirekap KPU yang masih berjalan, Denny-Difriadi yang unggul perolehan suara, yakni sebesar 50,8 persen. Beda tipis dari Sahbirin-Muhidin dengan 49,2 persen.

Data tersebut diambil dari Sirekap KPU berdasarkan 55 persen suara masuk atau per pukul 18.00 WIB, Sabtu (12/12).

Denny Indrayana, lanjut Ardha, juga memiliki nama besar berkat riwayat jabatannya selama ini. Denny pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masa jabatan 2011-2014.

Selain itu Denny juga pernah menjadi salah satu kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi di sidang sengketa Pilpres 2019. Hal tersebut yang membuat nama Denny melejit.

Baca juga: 

“Tentu hal ini bukan satu-satunya faktor, tapi setidaknya membantu pasangan Denny-Difriadi untuk lebih mempercepat meningkatkan pengenalannya kepada masyarakat,” ucap Ardha.

*****

Editor: Ali Mhd

Sumber: cnnindonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin