Home Nusantara

Dari Lapas Sukamiskin, Nurdin Basirun Minta Maaf kepada Warga Kepri

Nurdin Basirun
Ucapan Hari Raya Idul Fitri dan permintaan maaf dari Nurdin Basirun yang ditulisnya dari dalam Lapas Sukamiskin, Bandung. (Foto: istimewa)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Bandung – Nurdin Basirun, mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kepri di Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M. Nurdin menuliskan sepucuk surat permintaan maaf itu dari dalam Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah, mohon maaf lahir dan bathin,” tulis Nurdin Basirun.

Pesan Hari Raya itu ditulis tangan sendiri oleh mantan Bupati Karimun tersebut. Tidak ada kalimat khusus dalam surat tersebut, hanya berisi permintaan maafnya di Hari Raya Idul Fitri 1442/2021 M.

BACA JUGA : Nurdin Basirun Minta Dibebaskan dari Kasus Gratifikasi, Pengacara: Kegiatan Keagamaan Kok Dikriminalisasi?

Seperti diketahui, Nurdin Basirun dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK selama 6 tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korpupsi (Tipikor) menilai Nurdin Basirun terbukti melanggar dakwaan pertama yakni Pasal 12 ayat (1) a UU Tipikor Jo Pasal 55 Jo Pasal 64 KUHP.

“Terdakwa juga melanggar dakwaan kedua tentang gratifikasi yakni Pasal 12B UU Tipikor,” kata Majelis Hakim Pengadilan Tipikor JaKarta, Kamis (9/4/20) sore.

Sidang pembacaan vonis dengan terdakwa Nurdin Basirun itu digelar secara teleconference. Majelis hakim yang dipimpin Yanto membacakan putusan vonis di ruang sidang Kusuma Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK berada di Gedung Merah Putih, dan Nurdin beserta tim pengacaranya berada di Rutan KPK.

BACA JUGA : Bacakan Pledoi dari Rutan, Nurdin Basirun Minta Dibebaskan

Majelis hakim menilai Nurdin terbukti menerima uang suap sebesar Rp158 juta dan uang gratifikasi senilai Rp4.228.500.000 selama menjabat sebagai Gubernur Kepri.

Dalam perkara suap, Majelis Hakim menyatakan Nurdin terbukti menerima suap dari 3 orang ari pihak swasta yakni Kock Meng, Johanes Kodrat, dan Abu Bakar. Pemberian uang suap berkaitan pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di dua daerah agar dimasukkan dalam Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil.

Ketiga orang penyuap Nurdin itu sudah diadili lebih dahulu. Kock Meng dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Abu Bakar divonis 1 tahun dan 6 bulan dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

***

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin