Home Gaya

Curi Data Kartu Kredit, Malware BlackRock Incar 337 Aplikasi Android

63
BlackRock
Ilustrasi malware BlackRock./theindianexpress.com

Barakata.id – Perusahaan keamanan siber ThreatFabric mendeteksi malware baru yang dinamai BlackRock. Mampu mencuri informasi mulai dari password sampai data kartu kredit lewat aplikasi Android.

BlackRock menargetkan aplikasi populer, mulai dari PayPal hingga Gmail, Yahoo Mail, Uber, Netflix, eBay, Amazon, Telegram, WhatsApp, Twitter, Snapchat, Skype, Instagram, Facebook, Youtube, Reddit, TikTok, Tumblr, Pinterest, Tinder, Grindr, dan bahkan Google Play Store sendiri. Secara total, ada sekitar 337 aplikasi yang menjadi target malware BlackRock.

Karena jumlahnya yang begitu banyak, dan mungkin hampir semua orang menggunakannya, solusi untuk masalah ini jelas tidak dengan menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.

Menurut Phone Arena, aplikasi-aplikasi itu sendiri tidak berbahaya. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu khawatir jika mengunduh dari sumber resmi. Bahaya akan muncul ketika diminta untuk menginstal “pembaruan Google” dari sumber pihak ketiga.

Baca Juga:

Game Android Terbaru dan Terpopuler di Tahun 2020

Cara kerja BlackRock, menurut Threat Fabric, akan bersembunyi di dalam aplikasi yang membuatnya tidak terlihat oleh pengguna. Selanjutnya, malware Trojan tersebut akan meminta korban untuk mengakses Layanan Aksesibilitas, lalu menyamar sebagai pembaruan Google.

Malware BlackRock akan dengan cepat menyebar ke seluruh sistem tanpa meninggalkan jejak. Hal itu karena Trojan akan mencegah kerja sebagian besar program antivirus, dan mulali bekerja untuk mencuri informasi finansial hingga nama pengguna dan kata sandi media sosial.

Tujuan utama BlackRock adalah mencuri data-data kredensial, bahkan dapat membajak pesan teks. Pada dasarnya, BlackRock fokus pada hal mencuri informasi pribadi, dengan memanfaatkan aplikasi populer yang terhubung dengan institusi keuangan.

Baca Juga:

TEKNOLOGI 6G SAMSUNG: 1.000Gbps, Holograms, 16K VR dan Banyak Lagi

Namun, menurut ThreatFabric, cara paling sederhana, paling aman dan paling mudah untuk tetap terlindung dari ancaman semacam ini adalah dengan tidak bergantung pada toko aplikasi pihak ketiga, serta menginstal solusi antiviras yang dapat diandalkan yang dapat mencurigai serangan siber sebelum terjadi.

Pengguna ponsel juga disarankan untuk secara berkala memeriksa izin aplikasi, serta memeriksa daftar pengeluaran kartu kredit untuk memastikan tidak ada transaksi yang tidak sah.

Meski baru dideteksi, BlackRock sebenarnya bukan malware baru. Malah, sumber kodenya berdasarkan malware Xeres dan LokiBot yang sudah dulu lebih ada. Bedanya, BlackRock denga virus trojan Andorid lain, BlackRock mampu bersembunyi di lebih banyak aplikasi dari malware yang lebih dulu ada.

Cara kerjanya mirip-mirip sama malware lain. Ketika di-instal di ponsel, BlackRock memonitor aplikasi-aplikasi yang bisa ia masuki. Saat pemilik ponsel memasukkan data login atau kartu kredit, BlackRock mengirim informasi itu ke sebuah server. Ia memanfaatkan fitur Accesibilty atau izin penggunaan informasi di ponsel agar server bisa mengakses semua data yang mendapat izin diakses.

Sejauh ini belum ada antivirusnya. Tapi cara terbaik melindungi ponsel dari BlackRock dengan mengunduh aplikasi resmi dari Google Play Stores, gunakan password yang sulit ditebakm dan sering-sering cek App Permissions. Sembari menunggu patch.

***

Editor: Candra Gunawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin