Home Kepulauan Riau Covid-19 Tanjungpinang: 37 Pasien Dikarantina di Bintan

Covid-19 Tanjungpinang: 37 Pasien Dikarantina di Bintan

13
Covid-19 Tanjungpinang
Foto Ilustrasi (F: Pexels)

Barakata.id, Tanjungpinang – Sebanyak 37 orang pasien Covid-19 warga Tanjungpinang dikirim ke Toapaya, Kabupaten Bintan, Senin (26/10/20). Para pasien itu harus menjalani karantina di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepulauan Riau (kepri) yang berada di Toapaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan mengatakan, pihaknya terpaksa mengirimkan puluhan pasien Covid-19 dari Tanjungpinang ke Bintan karena di kota itu sudah tidak ada lagi ruangan atau kamar yang tersedia untuk menampung pasien.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Covid-19 Tanjungpinang, saat ini jumlah pasien corona di Ibu Kota Provinsi Kepri itu mencapai 450 orang. Data pada Senin (26/10/20) lalu, ada penambahan pasien 47 orang.

Sementara, jumlah pasien yang bergejala bertambah 22 orang menjadi 162 orang. Sedangkan pasien yang tidak bergejala (OTG) bertambah 25 orang menjadi 288 orang.

Baca Juga :

Dari total pasien Covid-19 di Tanjungpinang, jumlah pasien sembuh per tanggal 26 Oktober 2020 ada penambahan 4 orang sehingga total menjadi 308 orang. Adapun pasien yang meninggal dunia bertambah dua orang sehingga totalnya menjadi 12 orang.

“Untuk jumlah kasus aktif Covid-19 di Tanjungpinang mencapai 130 orang,” kata Rustam dalam keterangan resmi Gugus Tugas, kemarin.

Rustam mengatakan, saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit di Tanjungpinang sebanyak 40 orang, menjalani karantina terpadu 34 orang, dan isolasi mandiri sebanyak 56 orang. Karena tidak ada lagi kamar atau ruang tersisa, pihaknya pun mengevakuasi sebagian pasien ke gedung LMPP di Toapaya, Bintan.

“Kamar di Gedung LPMP Kepri cukup memadai untuk perawatan karantina terpadu, jadi sebagian pasien kita evakuasi ke sana,” kata dia.

Baca Juga :

Rustam mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Menurut dia, protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja.

Dengan demikian, semua pihak juga ikut aktif terlibat mencegah munculnya klaster Covid-19 di tengah keluarga maupun klaster tempat kerja.

“Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman sebagaimana lazimnya) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin menggunakan air mengalir. Jangan lupa rutin berolahraga” pungkasnya.

*****

Editor : R Situmorang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin