Home Warta Nusantara

Covid-19: 6.000 Santri Pesantren Darussalam Banyuwangi Dikarantina

39
Pesantren Darussalam Banyuwangi
Sebanyak 6.000 santri di Ponpes Darussalam Banyuwangi dikarantina setelah lingkungan pesantren itu menjadi klaster penyebaran Covid-19. (F: Dokumentasi PP Darussalam Blokagung Banyuwangi)

Barakata.id, Banyuwangi – Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) menjadi klaster penyebaran virus corona (Covid-19). Sebanyak 6.000 santri yang mondok di pesantren itu pun harus dikarantina.

Lingkungan pondok pesantren (ponpes) itu menjadi klaster Covid-19 setelah temuan 622 kasus positif Covid-19 di lokasi tersebut pada Selasa (1/9/20) lalu.

“Sampai akhirnya 622 yang terkonfirmasi positif hasil dari pengambilan swab di lokasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, dr Widji Lestariono seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (4/9/20).

Rio menjelaskan penularan virus corona di Ponpes Darussalam Blokagung bermula ketika empat santri mengalami gejala klinis Covid-19, pada 14 Agustus lalu. Mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test di puskesmas Banyuwangi.

“Berdasarkan hasil rapid test mereka dinyatakan reaktif semua,” ujarnya.

Dari temuan itu, kata Rio, pengurus pesantren dan Dinkes Banyuwangi melakukan tracing terhadap sejumlah santri lain yang melakukan kontak erat. Hasilnya ditemukan 502 orang pernah kontak erat dengan empat santri positif Covid-19 itu.

“Dari situ didapatkan 96 santri yang reaktif rapid test. 77 di antaranya kemudian positif berdasarkan tes swab,” katanya.

Rio mengatakan secara berkala Dinkes Banyuwangi terus melakukan tes swab massal kepada ratusan santri. Kini hasilnya, sebanyak 622 santri dinyatakan positif virus corona.

Menurut Rio, lingkungan pesantren memiliki risiko penularan corona yang tinggi lantaran para santri hidup dengan berkelompok dan jarak yang sangat dekat.

“Jika ada satu saja yang terkena maka akan dengan cepat meluas,” ujarnya.

Baca Juga :
. 53 Pekerja Lepas Pantai Premier Oil di Anambas Positif Covid-19, Diterbangkan ke Jakarta

. 30 Pegawai Kena Covid-19, Kantor Kemenkominfo Lockdown

Sehari pasok hingga 18.000 kotak makanan

Widji Lestariono mengatakan, karantina 6.000 santri tersebut membutuhkan belasan ribu kotak makanan per hari.

“Dapur umum di sana, untuk memasok support makanan 6.000 santri, tiga kali hari sekali makan, berarti sehari mereka harus menyiapkan 18.000 kotak makanan. Dan didukung oleh Pemprov dan TNI,” kata dia.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau ke Ponpes Darussalam memastikan keamanan pangan dan pasokan logistik, dan membentuk tim keamanan pangan atau food security di dalam lingkungan pesantren.

“Keberadaan tim Food Security ini bertujuan untuk memantau keamanan bahan pangan, kadar gizi hingga kalori yang terkandung di dalam setiap makanan yang akan disajikan. Ini menjadi penting untuk menyiapkan standard kalori, gizi dan pastikan makanannya secure,” kata Khofifah.

Khofifah juga berpesan agar semua makanan yang tersaji bebas dari borax dan formalin. Bahkan dirinya meminta petugas selalu memantau takaran gizi dan kalori di setiap saji makanannya.

“Pastikan yang dikonsumsi bebas formalin, pastikan bebas borax, pastikan bergizi dan berkalori yang cukup. Mengingat salah satu yang harus dilakukan saat isolasi adalah makanan sehat dan bergizi,” pesan Khofifah.

Khofifah pun ingin para santri dipantau perkembangan kesehatannya. Para santri harus terus merasa bahagia, sehingga imun tetap terjaga.

“Pastikan bahwa mereka termonitor dengan format yang membuat mereka bahagia. Format perawatan dengan tenaga kesehatan yang memadai, nutrisi yang cukup dan olahraga ini telah terbukti menghasilkan 100 persen kesembuhan bagi pasien RS Darurat Lapangan Indrapura,” katanya.

Baca Juga :
. KLASTER COVID-19 MELUAS DI BATAM: Empat Puskesmas Lockdown

. Jokowi Utus Retno dan Erick ke UEA, Mau Bikin Alat Pendeteksi Covid-19

BNPB beri Rp1,5 miliar

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelontorkan dana talangan sebesar Rp1,5 miliar untuk menanggulangi penyebaran virus corona di Ponpes Darussalam.

Tenaga ahli Penanganan Covid-19 dan Kebencanaan BPBD Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan BNPB juga telah mengirimkan bantuan 500 velbed, 20 unit tenda BNPB, dan 20 unit toilet portable.

“Semua bantuan dari BNPB telah kami terima. Kami berterima kasih sekali pada BNPB yang memberikan perhatian besar pada Jawa Timur dengan bantuan penanganan yang komprehensif pada kasus di pesantren tersebut,” kata Suban, Kamis (3/9/20).

Suban mengatakan, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo bahkan langsung mengirimkan bantuan ikan tuna sebanyak 4 ton ke Ponpes Blokagung dan minyak kayu putih 100 cc sebanyak 6000 botol.

Lebih lanjut, ia memastikan sejumlah peralatan posko telah difungsikan di lingkungan Posko Covid-19 dan dapur umum yang terletak di Lapangan Kaligesing Desa Karangmulyo Kec Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin