Home Kepulauan Riau Natuna

Cegah Stunting di Natuna, Wabup Ngesti Yuni Rembuk Bersama OPD dan Camat

43
Ngesti Yuni
Wabup Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menggelar video conference Rembuk Stunting, Rabu (3/6/20). (F: dok. Pemkab Natuna)

Barakata.id, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menggelar pertemuan bertajuk Rembuk Stunting di Kantor BP3D Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, Rabu ( 3/6/20) pagi. Pertemuan melalui video conference itu diikuti sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat, kepala desa dan kepala puskesmas se-Natuna.

Pada kesempatan itu, Ngesti Yuni memberikan pengertian kepada segenap peserta rembuk, bahwa stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami masalah kurang gizi dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan.

Baca Juga :
Bupati Natuna Sidak Kantor OPD Cek Kehadiran PNS

Ia menjelaskan, Natuna termasuk dalam 100 kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami masalah stunting. Pada tahun 2018 sebesar 20.05 persen, 2019 sekitar 17.08 persen dan tahun 2020 sebesar 13,51 persen.

Saat ini yang menjadi salah satu fokus pemerintah adalah pencegahan masalah stunting.

Natuna
Wabup Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menggelar Rembuk Stunting untuk mencegah kasus stunting di Natuna, Rabu (3/6/20). (F: dok. Pemkab Natuna)

Diharapkan, anak-anak Indonesia pada umumnya dan anak-anak Natuna khususnya dapat tumbuh sebagaimana mestinya, baik secara fisik, emosional dan sosial.

“Dengan demikian, anak-anak ini dapat dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki kemampuan serta daya saing bagi menjawab tantangan zaman,” katanya.

Ngesti berharap, melalui Rembuk Stunting ini semua pihak di Natuna dapat menyatukan persepsi dan komitmennya dalam upaya penuntasan masalah stunting.

Ngesti Yuni
Wabup Natuna, Ngesti Yuni

Selain itu juga mampu melakukan perencanaan koordinasi, evaluasi dan monitoring serta transportasi dan komunikasi dalam pencegahan dan penurunan masalah stunting di Natuna.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Urai Damahnita melaporkan, berdasarkan Data Dinas Kesehatan, pada tahun 2019 dari 76 desa/kelurahan yang ada, terdapat 32 desa/kelurahan berada di atas batasan WHO 2010, yaitu 20 persen.

“Dengan kata lain prevalensi balita stunting saat ini cukup tinggi,” kata dia.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan saat ini menetapkan program dalam upaya perbaikan gizi secara menyeluruh dan terpadu.

Di antaranya pemantauan pertumbuhan dan perekonomian, penyediaan air bersih dan sanitasi, pendidikan gizi masyarakat, imunisasi, pengendalian penyakit malaria, HIV/ AIDS.

Kemudian, memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja, Jaminan Kesehatan Nasional, Jaminan Persalinan, Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga, Nusantara Sehat ( tenaga gizi dan tenaga promosi kesehatan serta tenaga kesehatan lingkungan).

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin