Home Nusantara Buron Kasus Suap PAW DPR Harun Masiku Ada di Indonesia?

Buron Kasus Suap PAW DPR Harun Masiku Ada di Indonesia?

38
Buron harun masiku
Pria yang mengenakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja, diduga Harun Masiku. F: Tempo.Co
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta – Buron kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Harun Masiku kuat dugaan berada di Indonesia.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani pencarian Harun Masiku, Ronald Sinyal mengaku mendapatkan informasi bahwa Harun sudah pulang ke Tanah Air sejak cegah-tangkal bepergiannya tak berlaku lagi pada Januari lalu.


“Saya meyakini dia ada di Indonesia,” kata Ronald Minggu, (5/9/2021) seperti dilansir dari Tempo.co.

Baca juga:

Walaupun sudah mendapatkan informasi awal, Ronald tak bisa melanjutkan pencarian karena dia dinonaktifkan lewat tes wawasan kebangsaan.

Bersama 56 pegawai KPK lainnya, ia terancam tak lagi bekerja di komisi antikorupsi setelah 30 Oktober 2021 karena dinyatakan tak lolos tes tersebut.

Penyidik KPK yang sama-sama disingkirkan melalui tes wawasan kebangsaan, Harun Al Rasyid, juga menyatakan telah mengetahui lokasi Harun Masiku.

Baca juga:

“Kalau saya aktif, saya geret itu Harun Masiku,” kata dia, Kamis, 2 September 2021.

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan lembaganya sempat mendeteksi keberadaan Harun Masiku di luar negeri. Menurut Karyoto, upaya penangkapan terhalang oleh pandemi Covid-19.

“Hanya saja karena tempatnya tidak di dalam negeri. Kami mau ke sana juga bingung,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto pada Selasa, (24/9/2021).

Mantan Kapolresta Barelang ini mengatakan sudah mendapatkan izin pimpinan untuk menangkap Harun Masiku.

“Saya sangat nafsu sekali ingin menangkap. Waktu itu Pak Ketua sudah memerintahkan, tapi kesempatannya belum ada,” kata Karyoto.

Harun Masiku lolos dari operasi tangkap tangan ketika KPK menggulung komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan pada Januari 2020.

Baca juga:

Harun bersama rekannya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Saiful Bahri, disangka menyuap Wahyu untuk meloloskan Harun ke DPR lewat pergantian antar-waktu. Sejak itu, keberadaannya tak diketahui.

KPK kemudian mengajukan cegah-tangkal kepada Imigrasi selama enam bulan, yang diperpanjang selama enam bulan lagi dan berakhir pada Januari lalu.

Cekal tak bisa diperpanjang lagi lantaran maksimal hanya boleh 12 bulan. Baru belakangan KPK meminta bantuan Interpol untuk memasukkan Harun Masiku ke dalam daftar red notice.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin