Home Kepulauan Riau Bintan

Bupati Minta Diskominfo dan Dinkes Bintan Gencar Sosialisasi Risiko Corona

45
Sosialisasi Corona
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr. Gama menjawab pertanyaan wartawan terkait virus corona, Rabu (4/3/20). (F: Barakata.id/IST)

Barakata.id, Bintan – Dinas Kesehatan Bintan diminta lebih gencar melakukan sosialisasi tentang risiko virus corona. Dinkes bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) harus jemput bola memberi pemahaman kepada masyarakat tentang infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) asal Wuhan, Cina itu.

Bentuk sosialisasi juga harus bersifat langsung, tatap muka dengan masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran mengenai antisipasi virus asal Wuhan, Cina tersebut.

“Mulai sekarang harus sosialisasi lebih gencar lagi, tentang pentingnya hidup bersih dan selalu waspada terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19). Memang, di Bintan ini belum ditemukan kasus tersebut, tapi antisipasi tetap harus kita lakukan,” kata Bupati Bintan, Apri Sujadi di Bintan, Rabu (4/3/20).

Baca Juga :
Apri dan Pengusaha Hotel di Bintan Atur Strategi Hadapi Dampak Corona

Sebagai daerah yang sangat bergantung pada pendapatan di sektor pariwisata, wabah virus corona menjadi ancaman serius bagi Pemkab Bintan. Menurunnya kunjungan turis terutama dari mancanegara akan sangat berdampak pada keuangan daerah dan masyarakat setempat.

Beberapa waktu lalu, Apri bersama sejumlah pelaku usaha perhotelan dan pariwisata di Bintan sudah membahas dampak serta langkah antisipasi terkait virus corona.

Apri Sujadi menegaskan bahwa pengembangan sisi strategis dalam pelaksanaan kegiatan pariwisata harus segera berbenah. Hal tersebut dibutuhkan untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata yang sempat kelimpungan dihantam wabah virus corona.

Baca Juga :
Takut Corona, 58 WNA di Bintan Minta Perpanjangan Izin Tinggal

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr. Gama menekankan kewaspadaan kepada masyarakat agar tak tertular (penyakit), tak hanya terhadap virus corona. Untuk itu, disampaikan dalam etika batuk, perilaku hidup sehat dan bersih, gizi seimbang, kemudian soal cara memakai masker yang benar.

Ia juga meminta masyarakat dapat menjalani pola hidup sehat, melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

“Antisipasi dini terhadap penyebaran virus harus dilakukan, lokasi fasilitas umum harus mendapatkan prioritas sebagai upaya peduli kebersihan,” katanya.

“Dan ini harus melibatkan seluruh sektor masyarakat untuk peduli. Bagaimana supaya sekolah-sekolah, perkantoran dapat lebih meningkatkan standar kebersihan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

*****

Penulis : Erha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin