Home Urban Nusantara

Bupati Blitar Gencar Workshop Sekolah Sakngajine

36
Acara Workshop Bupati Blitar
Foto: istimewa
artikel perempuan

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar acara Workshop Kepala dan Guru Kabupaten Blitar (K3TK) bertempat di TK Al Hidayah Karangsono 1, Selasa (20/9/2022).

Acara di hadiri Bupati Blitar, Hj Rini Syarifah, Kepala Dinas Pendidikan Luhur Sejati, Para Kepala Sekolah dan Guru TK se-Kecamatan Kanigoro.

“Kegiatan ini sudah kita gelar 2 kali dan nanti masih ada 4 kegiatan lagi. Kali ini di wilayah selatan, tengah, dengan para guru-guru TK. Mereka sangat antusias mendukung program kita termasuk sekolah Sak Ngaji ne,” ujar bupati Blitar yang akrap disapa Mak Rini.

Mak Rini menjelaskan bahwa budayakan anak-anak sekolah Sakngajine tidak hanya ngaji kitab, tapi, ngaji soal etika atau berperilaku yang kita tanamkan budaya ini sejak dini.

“Termasuk kesenian atau permainan tradisional. Oleh sebab itu guru-guru TK harus tahu agar anak-anak tidak terlalu banyak bermain Handphone. Kemudian kerena ini masih workshop, kedepannya harus ada kegiatan tindaklanjutnya. Namun tidak harus hari ini, bisa di programkan,” jelasnya.

Ia berharap sekolah Sakngajine benar-benar membuat kelebihan bagi anak-anak dan supaya bertambah SDM nya. Tidak hanya intelektual akademis saja, tapi etika dan budi pekerti juga penting.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Luhur Sejati mengurai penjelasan bupati Blitar terkait penyalahgunaan gadge terhadap siswa, serta bagaimana pemanfaatannya yang tepat. Menurutnya, jika itu tidak diberi pengarahan, maka bisa merubah pola pikir anak didik.

“Pandemi sekian tahun merubah pola pikir anak, nah sekarang kita harus mengembalikan budaya-budaya Indonesia yang sekarang di serang budaya tik tok, dan tentu kita akan mengembalikan disitu,” ucapnya.

Kemudian disoal targetnya, kata Luhur tentu itu tidak ada batas waktu. Namun pihaknya tetap harus ikhtiar, dan berupaya.

“Target kita sampai anak-anak tidak lupa akan budaya nasional dan jati diri bangsa. Kalau dulu anak-anak meniru dari apa yang dilihatnya secara langsung, sekarang anak-anak tahu dari handphone. Nah, itulah tantangan kita. Kebetulan TK ini pondasinya pendidikan, maka kita sasar Kepala sekolah dan guru-guru TK,” terang Luhur. (adv/kmf/jun)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin