Home Kepulauan Riau

Buku Sejarah Melayu Perlu Disadur Dalam Bahasa Indonesia

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepri di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Senin (23/11/20). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Tanjungpinang – Buku-buku sejarah Melayu masih banyak yang belum diketahui khalayak ramai. Hal itu dikarenakan buku-buku sejarah Melayu tersebut masih dalam salinan bahasa Belanda atau Arab Melayu, dan belum disadur ke bahasa Indonesia.

“Buku sejarah Melayu yang banyak tersimpan di perpustakaan kebanyakan masih tersalin dengan bahasa Belanda atau Arab Melayu. Perlu ada yang menyadurnya, menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Bahtiar Baharudin saat mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepri di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Senin (23/11/20).

Baca Juga :

Bahtiar mengatakan, penataan perpustakaan dan kearsipan yang profesional sangat penting bagi masyarakat. Hal itu akan baik mendukung kerja aparatur pemerintah dan masyarakat, terutama untuk mengetahui apa yang belum diketahui masyarakat.

“Dengan sisa-sisa peradaban masa lalu dan ini berserak di kabupaten kota dan sebagian besar di Malaysia dan sebagian besar lagi di Belanda. Yang ada pun di sini hanya disimpan, tapi tidak diterjemahkan sehingga generasi selanjutnya tidak tahu,” katanya.

“Maka dari itu, ke depan harus ada program-program untuk mengkonvensikan tulisan Arab Melayu pada buku sejarah Melayu ke bahasa Indonesia,” sambung Bahtiar.

Kepada pengelola perpustakaan, Bahtiar meminta agar pelayanan kepada masyarakat bisa di tingkatkan, juga sarana prasarananya.

Baca Juga :

Pasalnya, banyak sekali naskah-naskah kuno yang memiliki nilai-nilai sejarah yang berguna bagi generasi masa depan, tapi hari ini menjadi kertas-kertas yang membusuk dan rusak.

“Kehadiran kearsipan menjembatani masa lalu dan masa depan, menjembatani nilai yang lama menjadi bermanfaat untuk dunia akan datang. Ketimbang kita hanya memelihara barang-barang sekedar menjadi benda keramat, dan akan menjadi lebih kramat kalau isi itu bisa kita jadikan menfaat bagi masyarakat sekarang ini,” kata Dirjen Polpum Kementerian Dalam Negeri itu.

Menurut Bahtiar, dengan perpustakaan dan kearsipan yang baik serta profesional, akan menjadi sebagai informasi yang diinginkan masyarakat. Lebih mudah diketahui, d iantaranya tentang sejarah perjuangan daerah serta literatur lainnya.

*****

Editor : YB Trisna

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin