

Barakata.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pendataan dan verifikasi data warga Rempang yang akan direlokasi. Posko Tim Satgas pun mulai ramai didatangi warga.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, kemarin ada ratusan warga Rempang yang datang ke posko pendataan.
Selain berkonsultasi, beberapa warga juga mulai menyerahkan berkas pendaftaran kepada Tim Satgas sebagai bentuk persetujuan untuk dilakukannya relokasi.
BACA JUGA : Relokasi Warga Rempang Digesa, Menteri Bahlil: Urusan Investasi Tak Selalu Mulus
Berdasarkan laporan tim, kata Ariastuty, warga yang telah mendaftar berjumlah 91 KK dari empat posko yang dibuka. Sementara, sebanyak 168 KK masih dalam tahapan konsultasi bersama Tim Satgas.
“Kami harapkan jumlah itu terus bertambah. Mengingat, penambahan jumlah warga yang mendaftar cukup signifikan sejak awal dibuka,” ujar Ariastuty.
Ia menegaskan, tahapan sosialisasi dan pendataan (verifikasi) terhadap warga terdampak pengembangan Rempang Eco City akan terus berlanjut hingga 20 September 2023. Jumlah warga yang mendaftar pun diprediksi akan terus bertambah.
BACA JUGA : Rudi: Hasil Sewa Lahan Rempang Utuh Dipulangkan ke Masyarakat Lewat Infrastruktur
Apalagi BP Batam dengan dibantu personel keamanan gabungan serta warga setempat terus menggesa sosialisasi secara door to door ke masyarakat di Kelurahan Sembulang dan Rempang Cate.
“Kami mengajak warga yang belum mendaftar untuk segera mendaftar ke posko Tim Satgas yang berlokasi di RSKI Galang, Kantor Camat Galang, Kantor Lurah Rempang Cate, dan di lantai dasar Gedung PTSP Batam Center,” pungkasnya.
Seperti diketahui, warga Rempang yang terdampak proyek Rempang Eco City bakal direlokasi ke lokasi baru. Pemerintah akan membangun pemukiman nelayan di Dapur 3, Sijantung, Batam.
Para warga nantinya akan mendapatkan rumah baru tipe 45 senilai Rp120 juta. Sebelum itu, warga akan ditempatkan di hunian sementara yang telah dipersiapkan BP Batam, di antaranya di rumah susun, ruko maupun perumahan. (DN)