Bos PS Store Jadi Tahanan Kota, Putra Siregar: Aku Dijebak

6855
Himbauan Pemprov Kepri
Putra Siregar
Putra Siregar bersama Youtuber Atta Halilintar. (F: Instagram @putrasiregarr17)

Putra pun menyayangkan fotonya dipajang oleh akun Instagram Bea dan Cukai Kanwil Jakarta pada Senin (27/7/2020) dan tampil juga di website resmi instansi itu.

Meski belakangan foto wajahnya dihapus. Dia merasa dirugikan dengan munculnya foto wajahnya.

“Ini pembunuhan karakter. Pembunuh saja tak ditampilkan fotonya atau diblur. Saya yang hanya masalah pabean, foto saya ditampilkan jelas-jelas,” tegas dia.

Siaran langsung Putra Siregar itu berdurasi 17 menit 39 detik. Diujung video, ia mengatakan akan melanjutkan penjelasan lebih detail setelah salat dzuhur.

Baca Juga :
2.389 Ponsel BM dari China Disita, Negara Rugi Rp600 Juta

Sementara itu, kios PS Store yang ada di bilangan Batam Center tetap buka pada Selasa (28/7/20). Kiosnya tampak ada pembeli keluar masuk.

Juragan Ponsel Pengemplang Pabean

Saudagar ponsel asal Batam Putra Siregar dijerat kasus pelanggaran pabean. Penyidik Bea dan Cukai Jakarta sudah merampungkan berkas tahap dua pada Kamis pekan lalu. Berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Kasus ini muncul ke publik setelah diposting akun Instagram Bea dan Cukai Kanwil Jakarta pada Senin (27/7/20). Tersangkanya berinisial PS yang mengarah ke Putra Siregar. Sehari kemudian, postingan diubah dengan menghilangkan foto wajah tersangka.

Baca Juga :
3.304 Ponsel Ilegal Masuk Lewat Perairan Barelang, Rugikan Negara Rp2,5 Miliar

Kantor Bea dan Cukai Batam membenarkan postingan itu yang menyebut pengusaha asal Batam jadi tersangka kasus pelanggaran pabean.

“Iya (Putra Siregar jadi tersangka). Info dari teman-teman Kanwil Bea Cukai Jakarta,” ujar Humas Bea dan Cukai Batam, Sumarna seperti dilansir dari Tribun Batam, Selasa (28/7/20).

Berdasarkan postingan akun Instagram Bea dan Cukai Kanwil Jakarta, tersangka PS melanggar pabean karena membawa ponsel ilegal. Ponsel itu tidak terdaftar IMEI-nya.

Kasusnya diselidiki dari kios PS Store di bilangan Condet, Jakarta Timur. Penyidik Bea dan Cukai menetapkan 190 unit ponsel, uang tunai Rp61.300.000 sebagai barang bukti dalam berkas perkara.

Tersangka juga diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur tapi ia jadi tahanan kota.

Baca Juga :
Aturan IMEI Berlaku, Selamat Tinggal Ponsel Black Market

PS melanggar pasal 103 huruf D UU No.17/2006 tentang kepabeanan. Aparat juga menyita uang tunai Rp500 juta, rumah senilai Rp1,15 miliar dan rekening bank Rp50.000.000.

“Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal,” tulis akun Instagram Bea dan Cukai Kanwil Jakarta.

Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta, Ricky M Hanafie, mengatakan barang bukti 190 ponsel dalam kasus PS adalah ponsel ilegal. Ia menyebut tersangka selama penyidikan bersikap kooperatif.

“Tersangka selama proses penyelidikan dan penyidikan hingga tahapan serah terima senantiasa kooperatif dan menggunakan protokol Covid-19,” jelas Ricky seperti dilansir dari detikcom, Selasa (28/7/20).

*****

Editor : Chandra Gunawan

Advertisement
1
2
SebelumnyaPolisi Ringkus 2 Pencuri yang Beraksi di 40 Lokasi
SelanjutnyaRian Ernest Gagal Maju Pilkada Batam