Home Kepulauan Riau Batam

Bos PS Store Jadi Tahanan Kota, Putra Siregar: Aku Dijebak

6745
PS Store Putra Siregar
Bos PS Store Putra Siregar ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan kota atas kasus pelanggaran kepabeanan. (F: Instagram @putrasiregarr17)

Barakata.id, BATAM – Putra Siregar, bos toko ponsel PS Store jadi tersangka kasus pelanggaran pabean dengan barang bukti 190 ponsel ilegal. Pengusaha muda asal Kota Batam itu pun sudah menjadi tahanan kota.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur (Jaktim) menerima pelimpahan tahap II berkas Putra Siregar dari penyidik PPNS dari kantor wilayah Bea dan Cukai Jakarta pada 23 Juli.

Kasi Intel Kejari Jaktim Ady Wira Bhakti mengatakan, barang bukti yang disita dari tersangka sebanyak 191 handphone dengan beragam jenis tipe dan merek dari hasil impor ilegal dari Batam.

“Yang jelas barang buktinya itu 191 HP. Hp-nya banyak banget kurang-lebih ada 63 tipe jenis kalau nggak salah, Sony, Apple, Sharp kan banyak tipe-tipenya,” ujarnya.

Baca Juga :
Penghapusan Bebas Cukai di Kawasan FTZ Bikin Resah Dunia Usaha

Terhadap tersangka PS disangkakan Pasal 103 huruf d UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang kepabeanan.

“Saat ini tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari, yaitu penahanan kota, di rumahnya,” kata Ady seperti dikutip dari detikcom, Selasa (28/7/20).

Ia mengatakan, saat ini berkas dakwaan perkara bos PS Store itu sedang disusun oleh tim jaksa penuntut umum (JPU). Kika sudah selesai akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk segera disidangkan.

Putra bilang ia dijebak

Lewat siaran langsung Facebook, Putra Siregar menjelaskan bahwa kasus yang menjeratnya ini adalah masalah lama, tahun 2017. Putra pun mengaku kalau pada saat itu ia dijebak.

Baca Juga :
Bebas Cukai di Kawasan FTZ BBK Resmi Dicabut

Putra Siregar menyampaikan penjelasan soal pemberitaan ia ditetapkan tersangka oleh penyidik Bea dan Cukai Jakarta. Lewat akun Faceboknya dan akun Facebook Putra Siregar Merakyat, Putra menyiarkan langsung penjelasannya ihwal kasusnya yang ramai dibicarakan.

Follower grup itu sampai 2,9 juta orang.

Dalam video yang ditayangkan Selasa (28/7/20) siang, ia menjelaskan bahwa kejadian penangkapannya atas kasus itu terjadi pada 2017. Ia merasa dijebak saat itu ketika tergabung dalam satu perusahaan.

“Aku dijebak, aku disuruh beli barang oleh kawan aku sendiri,” ujar Putra Siregar yang mengenakan seragam klub sepak bola Asenal dalam siaran langsung itu.

“Orangnya aku kenal banget, tapi begitu aku sampai ternyata dia datang bersama petugas Bea dan Cukai,” sambung pria yang juga aktif sebagai Youtuber itu.

Baca Juga :
KORUPSI IMPOR TEKSTIL: Kejagung Periksa Ketua Umum API sebagai Saksi

Ia kemudian menceritakan sudah bertanggungjawab dengan menitipkan uang tabungannya senilai Rp500 juta untuk membayar kerugian negara akibat pelanggaran pabean.

Menurut dia dalam siaran itu, jumlah kerugian negara atas kasus itu senilai Rp63 juta. “Aku kasih jaminan lebih,” ujar dia.

Lebih jauh dia mengatakan ia dijerat Bea dan Cukai karena persaingan usaha bisnis ponsel.

“Aku akan buka-bukaan semuanya, tentang aku dijebak. Agar semua bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin