Home Nusantara Bom Medan Lukai 6 Orang, Polisi Perketat Pengamanan Rumah Jokowi

Bom Medan Lukai 6 Orang, Polisi Perketat Pengamanan Rumah Jokowi

128
Suasana di Mapolresta Medan saat terjadinya ledakan bom bunuh diri, Rabu (13/11/19). (F: Istimewa)

Barakata.id, Solo – Bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara pagi tadi melukai 6 orang, dan 1 tewas yang diduga pelaku peledakan. Pascakejadian bom Meda itu, polisi memperketat pengamanan di semua wilayah, termasuk di rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Surakarta, Solo, Jawa Tengah.

Seperti diberitakan, bom meledak di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/19) sekitar pukul 8.30 menjelang apel pagi. Ledakannya membuat orang-orang yang sedang mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang diperlukan sebagai syarat untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil berhamburan.

“Ada enam korban, empat orang personel polisi, satu pekerja harian lepas, dan satu orang warga sipil,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal, seperti dikutip dari Tempo.

Keenam korban itu, kata Iqbal, sekarang sudah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan.

Baca Juga : Bom Bunuh Diri di Polres Medan, Pelaku Pakai Jaket Ojol

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, AKB Andy Rifai mengatakan, pengamanan di kediaman Jokowi dilakukan secara berlapis, sesuai dengan standar operasional prosedur.

Ring 1 dijaga oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), sedangkan ring 2 dan 3 dijaga oleh satuan wilayah yang terdiri atas Polri dan TNI.

Andy Rifai mengatakan, sehubungan dengan meledaknya bom di Medan itu, Polresta Surakarta meningkatkan peran intelijen, mengingat peristiwa bom bunuh diri juga pernah terjadi di Mapolresta Surakarta pada tahun 2016.

Polisi kuga memperketat pengamanan akses keluar masuk Mapolres Surakarta sebagai langkah antisipasi.

“Kami meningkatkan kewaspadaan dalam pengamanan Mako Polresta Surakarta pascabom bunuh diri di Medan,” kata Andy.

Menurut Kapolres, selain peningkatan pengamanan di dalam Markas Polresta Surakarta, juga meningkatkan patroli.

“Pola pengamanan yang kami tingkatkan. Sudah ada standar operasional prosedur (SOP) terkait dengan pengamanan di markas ini.” kata dia.

Kepolisian berusaha tetap menjaga iklim kondusif Kota Solo dengan memperketat pengamanan dan melakukan patroli daerah perbatasan yang masuk wilayah hukum Polresta Surakarta. Meski begitu, kepolisian tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti hari-hari biasa.

Di antaranya tentang pelayanan masyarakat yang memerlukan SKCK yang meningkat signifikan.

GoJek bantu investigasi

Rekaman cctv memperlihatkan seorang pria mengenakan jaket ojol dan membawa tas ransel, yang diduga sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Rabu (13/11/19). (F: IST)

Terpisah, Vice President Corporate Communications GoJek, Kristy Nelwan mengatakan, pihaknya langsung menghubungi kepolisian terkait terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan yang mengenakan atribut ojek online GoJek.

“Kami telah menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib, serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi,” katanya.

Kristy menjelaskan, perusahaannya menentang keras segala tindakan anarkistis dan siap mendukung penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Kami mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut,” ucap dia.

Ledakan di Polres Medan berlangsung pagi tadi pukul 08.45 WIB. Berdasarkan informasi kepolisian ledakan dilakukan orang yang menggunakan atribut ojek online. Kepolisian menduga pelaku tewas dalam kejadian tersebut.

Baca Juga : Teroris Siapkan Aksi Bom Bunuh Diri Saat Pelantikan Presiden

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Detasemen Khsusus 88 Antiteror kini melakukan olah tempat kejadian perkara. Ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini.

“Tunggu hasil investigasi,” ucap dia.

Pantauan di lokasi saat ini, masyarakat maupun awak media tidak dibenarkan mendekati lokasi. Gerbang utama juga sudah ditutup agar tak ada yang masuk.

Masyarakat diminta berada di radius 15 meter dari pintu masuk. Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan tampak satu unit ambulans datang ke lokasi.

*****

Sumber : Tempo. co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here