Home Warta Ekonomi

BI Optimistis Perekonomian Kepri 2019 Tumbuh 5 persen

19
Kepala BI Kepri Fadjar Majardi. (F: ANTARA)

Barakata.id, Batam – Bank Indonesia optimistis perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh hingga mencapai 4,6 hingga 5 persen pada tahun 2019. Sampai Triwulan III 2019, pertumbuhan ekonomi Kepri sudah mencapai 4,89 persen.

Kepala BI Kepri, Fadjar Majardi mengatakan, capaian pada Triwulan III 2019 itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya 4,66 persen. Menurut dia, kondisi ekonomi Kepri terus membaik, setelah sempat terpuruk pada 2017 yang hanya sekitar 2 persen.

Baca Juga : Ekonomi Kepri Tumbuh 4,72 Persen, Naik tapi Lambat

Dilansir Antara, Selasa (17/12/19), pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2019 dari sisi pengeluaran didorong konsumsi rumah tangga dan perbaikan ekspor. Sedangkan investasi, dinilai masih melambat.

Menurut Fadjar, perbaikan ekonomi Kepri sejalan dengan pertumbuhan ekonomi regional Sumatera. Kepri menjadi 1 dari 4 provinsi di Sumatera yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, bersama Sumut, Riau dan Lampung.

“Sedang yang lainnya melambat,” katanya.

Fadjar mengatakan, Kepri berkontribusi sekitar 7,76 persen terhadap total PDRB Sumatera dan menduduki peringkat kelima setelah Sumut, Riau, Sumsel dan Lampung.

Baca Juga : Kunjungan Wisman Tingkatkan Perekonomian Kepri

Sepanjang tahun ini, lanjut Fadjar, penanam modal masih menerapkan strategi wait and see hasil Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang lindustri pengolahan dan perdagangan yang meningkat. Sedangkan lapangan usaha pertambangan dan penggalian, juga konstruksi, masih tertahan.

Tekan infasi hingga 0,75 persen

Berdasarkan data BI Kepri, angka inflasi di provinsi itu pada 2019 berhasil ditekan hingga mencapai 0,75 persen (ytd), lebih rendah dari angka inflasi Sumatera dan nasional. BI mencatat, angka inflasi Sumatera 2019 sebesar 1,95 persen (ytd) dan nasional sebesar 2,91 persen (ytd).

Baca Juga : Ekonomi Kepri Tumbuh 4,76 Persen Meski Melambat

Fadjar menyebutkan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang inflasi terbesar sepanjang Januari hingga November 2019 yaitu cabai merah, kacang panjang dan biaya sekolah dasar.

Sedangkan penyumbang deflasi antara lain tarif angkutan udaram bayam, telur ayam ras, bensin dan minyak goreng.

Menurut Fadjar, keberhasilan menekan angka inflasi itu berkat koordinasi yang baik antarpihak terkait dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang berhasil mengimplementasikan strategi 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah berhasil mengendalikan harga-harga kebutuhan dalam batas aman. Termasuk pengembangan “cluster” pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pencapaian terbaik yaitu dengan terpilihnya TPID Tanjungpinang sebagai kota dengan TPID terbaik di Sumatera,” kata dia.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin