Home Warta Ekonomi

BI Kepri Siapkan Uang Baru Rp4,5 Triliun untuk Lebaran

182
Masyarakat antusias menukarkan uang pecahan baru untuk Lebaran 1439 Hijriah/2018 di mobil kas keliling BI Kepri dan sejumlah bank lain di Batam.

Batam – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau (BI Kepri) sudah menyiapkan uang baru untuk ditukarkan masyarakat menyambut Hari Idul Fitri 1440 Hijriah. Tahun ini, jumlah uang baru yang disiapkan sebesar Rp4,5 triliun, naik Rp1,5 triliun dibanding tahun lalu.

Kepala BI Kepri, Fadjar Majardi mengatakan, kenaikan jumlah uang baru tersebut ddidasari pada perekonomian yang saat ini terus membaik. Ia memperkirakan, penyerapan uang baru di masyarakat selama musim Lebaran akan mencapai 90 persen.

“Konsumsi masyarakat juga sudah membaik,” katanya di Batam, Sabtu (18/5/19).

Tahun lalu, kata Fadjar, dari Rp3 triliun uang baru yang disiapkan BI, terserap sebesar Rp2,7 triliun. BI Kepri menggandeng 11 bank untuk mendistribusikan penukaran uang baru ke masyarakat.

Selain itu juga ada mobil kas keliling yang siap menghampiri warga di pusat-pusat keramaian. Tahap pertama, kas keliling sudah dilaksanakan di kawasan SP Plaza, Batuaji dan Tiban Centre, Sekupang.

“Tanggal 25-26 Mei nanti mobil kas keliling dibuka di Dataran Engku Putri Batam Centre. Kalau di SP Plaza ini ada tujuh bank yang ikut, di Engku Putri nanti kita upayakan semua bank bisa ikut,” katanya.

Fadjar mengatakan, penukaran uang baru di kas keliling dibatasi jumlahnya tiap satua orang. Untuk pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu hanya boleh ditukar senilai Rp2 juta per orang.

Sementara untuk nilai Rp5.000 dan Rp2.000 hanya bisa ditukar sebanyak Rp1 juta. Sedangkan untuk uang ecahan terkecil yakni Rp1.000, dibatasi penukarannya sebanyak Rp100 ribu.

Menurut Fadjar, pembatasan penukaran uang baru itu agar semua orang yang datang ke mobil kas keliling bisa mendapat bagian. Selain itu, juga untuk menghindari oknum penukaran uang tak resmi.

Fadjar mengimbau masyarakat agar menukar uang pecahan kecil untuk kebutuhan Lebaran 2018 di tempat-tempat resmi demi menghindari risiko uang palsu.

“BI selalu dan terus mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi baik yang dilakukan oleh BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI untuk menghindari risiko uang palsu,” kata dia.

Menurut Fadjar, penukaran uang di tempat resmi juga meminimalkan adanya selisih antara uang yang ditukar, karena tidak sengaja, maupun sengaja. Pelaku penukaran uang biasanya mengambil untung dengan membuat selisih antara uang yang ditukar demi keuntungan.

Selain kas keliling bersama, BI juga melaksanakan kas keliling mandiri. Di Kota Batam, kas keliling mandiri ini digelar di tujuh lokasi yaitu Batuaji pada 8 Mei dan Tiban 15 Mei lalu.

Kemudian di Batuampar pada 20 Mei, Sekupang 21 Mei, Sagulung 22 Mei, Sei Beduk 23 Mei, dan Botania 1 pada 29 Mei mendatang.

“Kas keliling luar kota juga akan kami gelar di Dabo Singkep dan Tanjungbatu Moro. Penukaran yang reguler juga tetap. Warga juga bisa menukarkan di bank-bank. Jadi ini (kas keliling) salah satu channel saja,” kata Fadjar.

BI Kepri juga mendistribusikan uang pecahan baru ini ke kas-kas titipan yang ada. Yaitu kas titipan BI di Bank Mandiri untuk wilayah Tanjungpinang, BNI di Karimun, dan Bank Riau Kepri di Natuna.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin