Home Gaya Perempuan Besarnya Peran Perempuan untuk Keluarga dan Masyarakat

Besarnya Peran Perempuan untuk Keluarga dan Masyarakat

26
PNS Wajib WFH
Foto ilustrasi. Pemprov Kepri kembali menerapkan sistim kerja dari rumah atau WFH bagi pegawai.
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Perempuan – Semangat berjuang membuat banyak orang berhasil bertahan di masa susah seperti pandemi Covid-19. Salah satu yang punya semangat itu Febriani Intan, kurir perempuan di Lazada Logistics, layanan logistik Lazada Indonesia. 

Dalam pekerjaannya, ia memulai hari setiap jam 7 pagi di fasilitas logistik (hub). Dengan kendaraan van-nya, Febriani mengambil paket lalu mengantar ke area sekitar Kutabumi dan Pasar Kemis, Tangerang, Banten. 


Febriani satu-satunya kurir pengemudi van perempuan dari salah satu marketplace di Jakarta, setelah menyusun paket-paket di dalam mobil, Febriani mendistribusikannya kepada pelanggan.

Febriani mengakui, banyak yang awalnya memandang sebelah mata atas pilihan pekerjaannya tersebut. Namun, ibu tunggal ini membuktikan bahwa ia mampu berdikari dan memberikan kehidupan yang layak bagi kedua anaknya yang berangkat remaja ini. 

“Awalnya memang banyak yang mengejek saya. ‘Ah apa bisa kamu perempuan jadi kurir’. Tapi saya mah tutup kuping aja. Yang penting pekerjaan ini halal dan bisa membantu saya menghidupi dan menyekolahkan anak-anak. Sekarang sih orang-orang sudah bisa melihat sendiri bagaimana saya berhasil di pekerjaan saya,” ujar Febriani.

Tak hanya Febriani, Murni (26) pekerja Dinas Kehutanan yang selalu membersihkan tanaman hias di kolong Jembatan Taman Ria, Senayan, Jakarta tetap gigih bekerja meski hamil 8 bulan.

Meski kondisinya kini tengah hamil tua, Murni tetap gigih bekerja di tengah pandemi Covid-19. Dalam sehari ia bekerja 8 jam untuk membersihkan tanaman hias di bawah kolong jembatan Taman Ria, Senayan, Jakarta.

Bekerja di tengah pandemi dan saat hamil ini mungkin tak selalu mudah untuk ia jalani, terlebih dirinya harus selalu dalam kondisi sehat, produktif, dan nyaman selama bekerja.

Dalam kesehariannya, Murni bersama teman-temannya, memiliki pekerjaan yang luar biasa yakni membersihkan seluruh tanaman hias yang berada di kawasan Taman Ria, Senayan, Jakarta.

Umumnya saat hamil, wanita akan lebih cepat kelelahan. Terlebih jika sudah menjelang trimester ketiga atau usia kehamilan lebih dari 28 minggu, beberapa wanita akan merasa semakin tidak nyaman karena sudah mendekati tanggal jatuh tempo kelahiran.

Namun berbeda dengan Murni, Ia harus tetap kuat dan terus bekerja di tengah pandemi. Padahal, sebagian besar wanita hamil akan menikmati cuti mereka pada trimester ketiga, tetapi Ia justru lebih memilih mendedikasikan dirinya untuk terus bekerja. 

Mereka adalah salah satu perempuan Indonesia yang gigih berjuang untuk melanjutkan hidup. Mereka adalah contoh, bagaimana kaum perempuan bisa menjadi sesuatu tanpa adanya diskriminasi. 

Bahkan dalam penanggulangan pandemi, peran perempuan sangat besar. Seperti yang dijelaskan oleh Puan Maharani, mengungkapkan, perempuan memiliki peran besar dalam melawan Covid-19.

Ia mengingatkan akan ketangguhan dan kehebatan perempuan, terutama saat menghadapi wabah Covid-19.

“Saat ini, secara global 70 persen tenaga medis yang berada di garda depan melawan Covid-19 adalah perempuan tangguh dan hebat,” kata Puan ketika menjadi pembicara diskusi webinar bertema Peran, Kesiapan, dan Ketahanan Perempuan dalam Perang Melawan Covid-19.

Puan juga mengatakan 60 persen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi masker dan hand sanitizer dimiliki atau dikelola kaum perempuan.

“Usaha besar kebangsaan Indonesia itu adalah gotong royong yang merupakan jati diri asli Indonesia bagian dari ciri khas orang Indonesia,” imbaunya. 

Selain itu, politikus dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, peran perempuan melawan pandemi bisa dimulai pada lingkup terkecil, yakni keluarga. 

“Karena ini sangat bergantung kepada ketahanan kesehatan keluarga dan pemenuhan gizi yang seimbang,” tegas Puan. Pada kesempatan tersebut, Puan juga mengatakan saat ini sudah muncul solidaritas untuk menangani sebaran virus Covid-19 di desa-desa.

Sementara itu, menurut Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Ir. Agustina Erni, M.Sc., sebagian perempuan di masa pandemi bahkan berperan sebagai tulang punggung keluarga.

Hal ini seiring dengan pergeseran berbagai kegiatan yang kini dilakukan di rumah. Ketika suami mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) maka alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan adalah memfokuskan pada pekerjaan istri atau disebut juga strategi nafkah ganda.

“Misalnya istri awalnya bekerja sebagai pedagang kecil-kecilan, setelah suami di-PHK maka pekerjaan suami pun ikut ke istri yaitu berdagang,” kata Erni dalam webinar Kemen PPPA beberapa waktu lalu.

Erni menambahkan, masalah ekonomi dalam keluarga akibat Covid-19 tidak harus diwarnai dengan pertengkaran. Jika komunikasi antara suami istri dijalankan dengan baik maka keduanya dapat bertahan bersama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin