Home Nusantara

Beri Keterangan Palsu Kasus Tanah Labuan Bajo, Dua Orang Ditangkap Kejati NTT

Ilustrasi. Kejaksaan Tinggi NTT. F: ist

Barakata.id, Jakarta –  Tersangka kasus jual beli aset tanah seluas 30 hektare milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo, terus bertambah.

Dua orang diduga memberikan keterangan palsu dalam kasus jual beli aset tanah itu, ditangkap penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Sehingga total tersangka saat ini menjadi 19 orang. Jumlah tersebut termasuk Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla.

Kedua tersangka yang ditangkap itu berinisial ZD dan HF. Salah satu dari dua tersangka yang diamankan itu merupakan pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat yang ditangkap di salah satu rumah pengacara di Kota Kupang.

Baca juga: 

Sementara seorang tersangka yang diringkus itu merupakan anak dari salah satu tersangka dalam kasus penjualan aset tanah di Labuan Bajo yang telah meninggal dunia.

“Keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan NTT,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim, Kamis (11/2/2021) dikutip dari tempo.co.

Menurut Abdul Hakim, keduanya ditangkap karena memberikan keterangan palsu kepada penyidik Kejaksaan NTT saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengalihan aset tanah di Labuan Bajo.

Baca juga: 

Abdul Hakim menambahkan, keterangan yang diberikan kedua saksi saat sidang praperadilan yang diajukan tersangka Bupati Agustinus Ch Dulla berbeda dengan keterangan yang diberikan ketika keduanya diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT sebagai saksi.

“Ada pemalsuan keterangan yang dilakukan kedua tersangka ini,” kata Abdul Hakim.

Baca juga: 

Ia mengatakan, kedua tersangka merupakan saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi NTT dalam kasus pengalihan aset tanah seluas 30 hektare di Labuan Bajo.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin