Home Kepulauan Riau Batam

Berangkatkan TKI Lewat Pelabuhan Tikus, 3 Orang Jadi Tersangka

148
TKI Lewat Pelabuhan Tikus
3 Tersangka yang memberangkatkan TKI ilegal lewat pelabuhan tikus. (F: Humas Polda Kepri)

Barakata.id- Gara-gara memberangkatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) lewat pelabuhan tikus, 3 orang di Batam jadi tersangka.

Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Kepri menggagalkan pengiriman PMI secara ilegal itu pada Rabu (7/10/20). Para PMI itu diberangkatkan melalui pelabuhan tikus alias jalur tak resmi. Pengiriman PMI ini digagalkan pada saat berada di perairan Tanjuguma, Lubuk Baja.

“Ketiga orang itu adalah K juru mudi, H ABK sepadboat dan A pemilik speadboat. Ketiganya diamankan di lokasi berbeda,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, Kamis (8/10/20).

Baca Juga:
Suami Istri Ditangkap Polisi Gegara Tampung PMI Ilegal

Penangkapan 3 tersangka itu berawal dari informasi dari masyarakat terkait kegiatan mencurigakan di salah satu pelabuhan di Tanjunguma. Informasi itu menyebutkan ada dugaan TKI ilegal yang akan berangkat lewat pelabuhan tikus tersebut.

“Ditpolair Polda Kepri lalu patroli di sekitar perairan Tanjunguma,” kata Harry.

Tak berapa lama, kapal patroli polisi menemukan speedboat yang mencurigakan. Speadboat itu tertutup rapat. Saat diberhentikan dan digeledah, polisi menemukan 7 orang pekerja migran.

7 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan oleh 3 tersangka. (F: Humas Polda Kepri)

“Mereka (TKI) akan diberangkatkan ke Johor, Malaysia,” jelas Harry.

Para pekerja migran yang ada di speedboat tak dilengkapi dengan dokumen resmi. Polisi pun mengamankan mereka dan menangkap juru mudi dan ABK.

Saat diinterogasi, juru mudi itu mengaku speedboat yang dibawanya merupakan milik A. Tak butuh waktu yang lama, A pun ditangkap polisi. Ternyata tak hanya jadi pemilik speedboat, A ini juga orang yang memberikan upah kepada juru mudi dan ABK.

Baca Juga:
Selundupkan 3 Mayat ABK dari Kapal Asing ke Batam, 2 Bos Penyalur TKI Ditangkap

Para tersangka itu saat ini diamankan di Mako Polair Polda Kepri, di Sekupang. Sedangkan para pekerja migran yang diselamatkan yaitu J, R, M, H, M, M, dan K, juga telah berada di Mako Polair Polda Kepri.

“Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu speedboat sepanjang 7 meter, mesin tempel 75 PK dan dua unit ponsel,” kata Harry.

Tiga tersangka itu diancam dengan Pasal 81 Jo Pasal 69 Jo Pasal 86 huruf c Jo Pasal 72 huruf c UU 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Hukuman yang dikenakan adalah maksimal 10 tahun penjara.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin