Benih Lobster Rp66 Miliar Gagal Diselundupkan ke Singapura

173
Ilustrasi. Benih lobster. (F: Antara)

Barakata.id, Batam – Para penyelundup benih lobster dari Indonesia ke luar negeri seperti tak pernah jera meski sudah beberapa kali ditangkap. Kemarin, Kamis (7/11/19), Ditpolair Polda Kepri menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp66 miliar tujuan Singapura.

Aksi penyelundupan itu dilakukan oleh 4 orang, dan keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Mereka adalah NY sebagai nakhoda, MZ, RH, JA sebagai ABK, yang kesemuanya merupakan warga di Batam.

Baca Juga : Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp11,4 Miliar ke Singapura Gagal

Dir Polairud Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta mengatakan, sebelum.melakukan penangkapan, pihaknya melakukan pengintaian selama tiga bulan.

“Penangkapan dilakukan tim kita tadi pagi di wilayah perairan Batam. Untuk mengungkap kasus ini, kita melakukan pengintaian selama tiga bulan. Barang bukti benih lobster ini senilai Rp 66 miliar,” kata Benyamin Sapta, dikutip dari Detik. com, Jumat (8/11/19).

Benyamin menjelaskan, dalam kasus penyelundupan baby lobster ini pihaknya juga mengamankan barang bukti kapal tempel merek Mercury 4 x 300 PK, 44 kotak baby lobster. Setiap kotaknya berisikan 28 kantong plastik.

Masing-masing kantong plastik berisikan 200 ekor benih. Total diperkirakan 246.400 ekor benih lobster.

“Ada dua jenis lobster yang diamankan yaitu jenis lobster mutiara dan pasir. Diestimasikan kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp66 miliar,” kata Benyamin.

Benyamin menjelaskan, barang bukti lobster ini dibawa para tersangka dari perairan Kuala Tungkal, Jambi menuju perairan Kepri. Rencananya, benih lobster itu akan dibawa ke Singapura.

“Jambi ini sebenarnya tempat transit saja. Barang bukti lobsternya bisa saja dari Jawa, dari Pangandaran, dari Banten atau dari Lampung,” kata Benyamin.

Baca Juga : Benih Lobster Senilai Rp13,8 Miliar Gagal Diselundupkan dari Batam ke Singapura

Bila penyelundupan ini lolos, lanjut Benyamin, dari Singapura nantinya akan dikirim lagi ke Hongkong dan Taiwan.

“Kita akan melakukan pelepasan benih yang berhasil kita selamatkan. Rencananya akan dilepaskan di konservasi pulau Abang di Batam,” kata dia.

Menurut Benyamin, keempat tersangka ini adalah pihak yang dimodali warga Singapura. Mereka akan menerima upah sebesar Rp150 juta bila berhasil membawanya sampai ke Singapura.

“Pemodalnya warga Singapura. Kapal yang dibawa nakhoda juga merupakan milik pemodal dari Singapura,” tutup Benyamin.

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here