Home Kepulauan Riau Batam

Bayar PBB Sekarang, Denda Dihapus dan Bisa Dapat Hadiah

193
Bayar PBB Batam Denda
Ilustrasi pajak. (foto: Shutterstock)

Barakata.id, BATAM – Pemko Batam menghapus denda bagi penunggak pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2). Penghapusan ini berlaku bagi pembayar pajak yang membayar PBB hingga 30 September 2020.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah, meminta masyarakat memanfaatkan insentif penghapusan denda PBB-P2.

“Insentif ini dalam bentuk penghapusan denda. Jadi, warga hanya membayar pokoknya saja. Selain insentif, kita juga ada doorprize yang akan diundi per kecamatan,” ujar Azmansyah, Rabu (19/8/2020).

Ia mengatakan upaya ini merupakan langkah BP2RD memberi keringanan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Bahkan, untuk memudahkan masyarakat membayar PBB-P2, pihaknya membuka layanan-layanan di perumahan.

“Sekarang kami buka di fasum (fasilitas umum) perumahan Anggrek Sari, bekerja sama dengan BP (Badan Pengusahaan) Batam,” ujarnya.

Baca Juga: Isdianto Lapor SPT, Bangun Negeri dengan Patuh Pajak

Banyak layanan diberikan di lokasi tersebut. Untuk layanan BP2RD membuka pelayanan terkait PBB-P2. Sementara dari BP Batam membuka Uang Wajib Tahunan (UWT). Azmansyah berharap, dengan ragam kemudahan tersebut, masyarakat tergerak untuk membayar kewajibannya.

“Di Anggrek Sari, kami buka layanan selama tujuh hari kerja, 18-27 Agustus,” ujarnya.

Upaya yang ia sebut sebagai program jemput bola tersebut, kata dia, akan dilakukan di beberapa wilayah lain agar semua masyarakat di Batam makin mudah untuk membayar PBB-P2. Ia bertekad, hingga akhir tahun, pajak sektor ini bisa terkumpul banyak demi pembangunan Kota Batam.

“Saat ini sudah terkumpul Rp 81,7 miliar dari target Rp 206 miliar. Dan akan terus bergerak menjemput bola untuk mengejar target,” ujarnya.

Baca Juga: Pemko Batam Awasi Transaksi Pajak Restoran dengan Teknologi Nirkabel

Ia mengaku sejumlah pendapatan daerah sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 ini. Ia berharap, pendemi ini segera berakhir sehingga pendapatan daerah bisa normal kembali. Ia mengaku, semua sektor terdampak terutama hotel, restoran, dan hiburan.

“Kita terus berupaya memaksimalkan PAD kita di tengah wabah ini. Mumpung kita berikan ragam kemudahan, masyarakat juga bisa memanfaatkannya,” kata dia.

Editor: Gunawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin