Home Warta Ekonomi

Batam Punya Delapan Pulau Investasi, Hanya Satu yang Jadi

135
Tulisan Welcome to Batam terlihat dari perairan di kawasan Batam Centre. Tahun ini Batam masuk menjadi finalis Kota Cerdas.

Batam – Tujuh dari delapan pulau utama di wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri) masih belum menunjukkan tanda-tanda berkembang. Tujuh pulau itu adalah, Pulau Kepalajeri, Pulau Bulan, Pulau Sugi, Pulau Citlim, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galangbaru.

Padahal, tujuh pulau itu memiliki potensi investasi yang mampu menyerap hingga miliaran dolar Amerika Serikat, menurut Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady.

Dia bilang di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/5/19), “selama ini pengembangan investasi masih terkonsentrasi di Pulau Batam. Tujuh pulau sisanya, masih seret investasi.”

Pulau Batam menjadi satu-satunya dari delapan pulau – yang masuk wilayah administratif Pemerintahan Kota Batam – yang maju. Edy mengatakan, “sebenarnya sudah ada beberapa Investasi yang bakal masuk ke tujuh pulau di Batam tersebut, tapi masih terganjal soal statusnya.”

Investasi yang memungkinkan cepat masuk ke tujuh pulau di Batam itu di antaranya pelabuhan, bandar udara, perguruan tinggi, pergudangan, rumah sakit, hingga pusat keuangan.

Menurut Edy, banyak investor yang ingin menanamkan dananya asalkan status Batam berubah dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau free trade zone (FTZ) menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Fasilitasnya (FTZ) custom bukan spesialisasi ekonomi, padahal yang dibutuhkan lokasi yang diberikan fasilitas KEK, kan begitu,” katanya.

Mengapa investor pilih KEK?

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady

Edy mengatakan, para investor menginginkan Batam sebagai KEK dikarenakan adanya beragam fasilitas menarik yang diberikan oleh pemerintah. Seperti, tidak berlakunya daftar negatif investasi (DNI), bebas tata niaga, dan kepastian mendapatkan tax holiday atau libur bayar pajak.

Pemerintah Indonesia kini memang sedang mengupayakan revisi terhadap aturan terkait insentif investasi di wilayah KEK. Ada dua aturan yang bakal diubah yaitu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan KEK serta PP Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan KEK.

“Revisi kedua beleid tersebut dimaksudkan untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke KEK.”

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwjijono Moegiarso mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan secara maraton untuk menyikapi performa defisit neraca dagang dan neraca transaksi berjalan Indonesia.

Susiwijono bilang, pemerintah akan mengerahkan semua instrumen kebijakan ekonomi.

Seperti yang dikatakan Kepala BP Batam, fasilitas fiskal yang berlaku di KEK menurut Susiwijono adalah, pengurangan penghasilan kena pajak atau tax allowance, serta fasilitas libur pajak atau tax holiday.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 104/PMK.010/2016, investasi di KEK berhak mendapat fasilitas tax holiday untuk badan mulai 20 persen hingga 100 persen.

Dalam revisi nanti, lanjut Susiwjijono, pemerintah juga ingin memberi investor kelonggaran fasilitas non-fiskal, seperti layanan keimigrasian terkait pemakaian tenaga kerja asing, dan layanan kepabeanan.

Untuk wilayah Batam, menurut Susiwijono, “calon investor yang tertarik masuk cukup banyak, akan tetapi mereka masih memilih menunggu kepastian dari pemerintah soal kebijakan insentif dan aturan KEK.”

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin