Home Kepulauan Riau Batam

Batam Minim Tempat Wisata yang Bisa Sedot Uang Wisman

40
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tengah) bersama sejumlah pengusaha ternama di Kota Batam, saat menghadiri pembukaan kafe di Batam Centre, Senin (13/1/20) lalu. (F: IST)

Barakata.id, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengajak para pengusaha di Batam mengembangkan usaha tempat wisata. Menurutnya, Batam masih memerlukan tambahan tempat-tempat wisata untuk menggenjot tingkat kunjungan wisatawan khususnya dari mancanegara (wisman).

Rudi mengatakan, dalam upaya menarik wisman ke Batam, pemerintah daerah maupun pusat sudah gencar membangun infrastruktur penunjang pariwisata. Pemerintah pun aktif menggelar berbagai event untuk menarik minat wisman datang ke Batam.

Namun, kunjungan wisman ke Batam masih bersifat sporadis. Waktu kunjungan wisman lebih banyak di akhir pekan, tidak sampai menginap berhari-hari seperti daerah wisata lain seperti Bali atau Jakarta.

“Pemerintah membangun infrastruktur untuk pariwisata. Kami pemerintah hanya menyiapkan fasilitas. Bapak dan ibu pengusaha yang kami harapkan mengisinya. Bangun dan kembangkan usaha di sektor pariwisata ini,” katanya dalam pembukaan kafe di Batam Centre, Senin (13/1/20) lalu.

Baca Juga :
Batam Siapkan 136 Agenda Wisata Sepanjang 2020

Menurut Rudi, selama ini banyak wisman yang datang ke Batam membawa kembali uangnya pulang ke daerah asal. Hal itu, lanjut Rudi, disebabkan minimnya tempat-tempat untuk menghabiskan uang wisman itu selama mereka berada di Batam.

Karena itu, ia mengajak para pengusaha agar dapat membangun atau menciptakan tempat-tempat wisata baru yang lebih beragam dan disukai oleh wisman.

“Bapak ibu yang memikirkan bagaimana misalnya mereka (wisman) itu datang ke Batam dengan 500 dolar, kemudian pulang ke negara hanya membawa 1 dolar saja lagi. Artinya, uang mereka memang sudah habis di isni,” katanya.

Banyaknya uang yang dihabiskan wisatawan (spend of money) ini berkaitan dengan perputaran ekonomi. Semakin banyak spend of money artinya perputaran ekonomi dari sektor pariwisata juga meningkat.

Rudi mengatakan, sektor yang bisa dimasuki pengusaha di antaranya dari transportasi, penginapan, kuliner, dan hiburan. Yang utama, pengelola tempat wisata harus mampu memberi jaminan rasa aman dan nyaman kepada para turis yang berkunjung.

Baca Juga :
Rudi Ingin Pulau-Pulau di Batam Jadi KEK Pariwisata

Misalnya dalam usaha kuliner, pengelola wajib menjaga kebersihan. Dan yang penting, jangan berbuat curang masalah harga.

“Dua tahun lalu kita sudah mencanangkan soal kebersihan tempat makan ini. Saya minta kerja sama kita, supaya sektor pariwisata yang mau kita bangun ini bisa sempurna,” ujarnya.

Di depan sejumlah pengusaha ternama di Kota Batam, Rudi yang juga menjabat Kepala Badan Pengusahaan Batam itu memanfaatkan kesempatan itu untuk memaparkan tentang kebijakan pemerintah. Seperti pelebaran jalan utama yang ditargetkan rampung pada 2025.

“Coba bayangkan seluruh Kota Batam jalannya seperti Batam Centre. Jalan lebar, pedestrian ada, tamannya jadi. Ada tiga lajur untuk roda empat, satu lajur untuk bus, satu lajur untuk motor dan sepeda. Tentu wisatawan semakin nyaman,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rudi juga menyampaikan beberapa kegiatan yang sedang berlangsung di BP Batam. Di antaranya penataan Pelabuhan Batuampar yang bekerja sama dengan Pelindo II. Serta perluasan Bandara Internasional Hang Nadim.

“Semua ini tak lain untuk menarik investasi dan pengembangan pariwisata di Kota Batam,” kata mantan anggota DPRD Batam itu.

*****

Penulis : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin