Home Kepulauan Riau Batam Batam Dapat Bantuan 2 Alat PCR, Uji Corona Tak Perlu ke Jakarta...

Batam Dapat Bantuan 2 Alat PCR, Uji Corona Tak Perlu ke Jakarta Lagi

Ilustrasi. Personel Polda Kepri menjalani cek suhu tubuh untuk mencegah penyebaran virus corona, Senin (16/3/20). Batam mendapat bantuan alat pendeteksi Covid-19 dari Singapura yang diharapkan bisa mempercepat penanganan kasus Covid-19 di daerah ini.

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota Batam mendapat bantuan dua alat Polymerase Chain Reaction ( PCR) atau pendeteksi virus corona (Covid-19). Dengan alat ini, maka sampel tak perlu lagi dikirim ke Jakarta untuk diuji.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, dua alat PCR itu merupakan bantuan yang berasal dari Pemerintah Singapura.

Ia mengatakan, dengan adanya alat PCR ini, maka pemeriksaan uji virus corona tidak perlu lagi dilakukan di Jakarta seperti yang selama ini terjadi.

Baca Juga :
Warga Batam Akan Dikarantina, Pemko Mulai Data Penerima Bantuan

Pemeriksaan dan penanganan untuk pasien baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pun diharapkan bisa lebih cepat.

“Kita di Kepri ini tidak perlu lagi mengirim sampel untuk uji swab ke Jakarta. Sekarang sudah bisa dilakukan di sini,” kata Didi di Batam, Jumat (3/4/20).

Untuk diketahui, para ahli dan dokter menyarankan pemerintah mendeteksi virus penyebab Covid-19  menggunakan rapid moleculer test berbasis PCR, dibanding metode serologi.

Baca Juga :
Singapura Bantu Batam Atasi Corona, Kirim 50 APD dan 2 Ventilator

Para pakar menilai, PCR lebih akurat dibanding metode serologi yang kini digunakan dalam rapid test massal virus corona.

Adapun rapid test digunakan untuk tes awal sebelum diuji PCR.

Alat PCR itu dibawa dari Singapura ke Batam menggunakan pesawat melalui Bandara Hang Nadim, Kamis (2/4/20) malam.

“Selain dua PCR itu, Batam juga mendapat bantuan 20 ribu tes kit dari Singapura,” katanya.

“Kemenkes Singapura juga bantu APD lengkap 50 pcs. Kemudian 200 sepatu,” sambung Didi.

Masih butuh 10 ribu alat rapid test

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin