Home Kepulauan Riau Batam

Banyak yang Curang, Disperindag Batam Razia Agen dan Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg

251
Disperindag Batam
Petugas Disperindag Batam bersama Pertamina menyita tabung gas melon di salah satu pangkalan di kawasan Legenda, Batam Centre, Kamis (13/2/20).

Barakata.id, Batam – Pertamina dan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kota Batam menggelar razia ke sejumlah agen dan pangkalan gas elpiji ukuran 3 kg, Kamis (13/2/20). Hasilnya, ditemukan berbagai indikasi kecurangan.

Atas laporan dari masyarakat dan temuan-temuan di lapangan, petugas kemudian menyita ratusan tabung gas ukuran 3 kg atau gas melon dari sejumlah titik pangkalan dan pengecer.

“Penyitaan ini kita lakukan di beberapa titik, baik tingkat agen, pangkalan maupun pengecer yang diduga menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau.

Baca Juga :
Saling Sindir Wali Kota Rudi dan Anak Soerya Soal Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg

Ia menegaskan, razia yang dilakukan pihaknya bersama Pertamina merupakan tindak lanjut dari banyaknya laporan masyarakat.

“Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat bahwa ada pangkalan, agen dan pengecer yang menjual gas subsidi tersebut di atas rata-rata,” kata Gustian ditemui di kawasan Legenda Malaka, Kecamatan Batam Kota.

Gustian mengatakan, selain masalah HET, pihaknya juga melihat indikasi kecurangan pada sistem penyaluran dan penjualan gas melon oleh oknum baik dari pangkalan hingga pengecer.

Baca Juga :
Penimbun Solar di Batam Main Kucing-kucingan dengan Aparat

Menurut Gustian, indikasi permainan itu juga dilaporkan oleh masyarakat yang merasa resah karena sulit mendapatkan ga elpiji 3 kg di wilayah tersebut.

“Setelah kita telusuri, ternyata memang ada yang tidak sesuai. Ada gas yang malah dijual langsung ke masyarakat sehingga harganya melambung, dari seharusnya Rp18 ribu menjadi Rp25 ribu. Bahkan ada yang melapor membelinya dengan harga Rp30 ribu per tabung,” kata dia.

Gustian Riau
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau.

Para agen dan pemilik pangkalan serta pengecer pun hanya bisa pasrah saat ratusan tabung gas melon mereka diangkut petugas ke atas lori.

Mereka sempat protes, dan meminta Disperindag serta Pertamina tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban.

“Razia semuanya, Pak, jangan tebang pilih,” ujar seorang agen.

Selanjutnya, cabut izin usaha…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin